Kompas.com - 21/11/2012, 08:13 WIB
EditorAsep Candra

JAKARTA, KOMPAS.com - Semester pertama tahun ini sebanyak 25,5 persen makanan tidak layak konsumsi dari 7.500 contoh makanan yang diuji di balai pengawas obat dan makanan. Contoh diambil dari jajanan di sejumlah sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah.

Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) Roy Sparingga, Selasa (20/11), di Jakarta, mengatakan, pihaknya masuk ke sekolah-sekolah itu sejak tahun 2011. Jumlah sekolah yang terlibat dalam survei dan pembinaan mencapai 9.000 unit di semua provinsi Indonesia.

Sekolah itu menjadi bagian dari survei dan gerakan pangan jajan sehat. Latar belakang sekolah beraneka ragam, di perkotaan dan pelosok desa, mulai berbiaya murah sampai mahal.

”Masih ada 25,5 persen contoh mengandung bahan makanan berbahaya dan mikroba. Hasil survei tahun lalu 35,5 persen,” kata Roy.

Bahan kimia yang ditemukan, antara lain zat warna tekstil, formalin, dan boraks. Selain itu, ditemukan pula cemaran mikroba E coli yang biasa terdapat pada tinja.

Diharapkan tahun depan jumlah makanan yang tercemar kian berkurang lewat pembinaan dan kampanye kesehatan. Selain BPOM, dinas kesehatan dan perindustrian di daerah juga turut memberikan pendidikan soal kesehatan lingkungan kepada siswa, guru, dan pedagang atau penyedia makanan di lingkungan sekolah.

Menurut Direktur Surveilan dan Penyuluhan Keamanan Pangan Badan POM Halim Nababan, SD dan MI menjadi fokus penelitian dan pembinaan karena banyak terjadi kasus keracunan akibat makanan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kepala Badan POM Lucky S Slamet mengatakan, di luar sekolah, seperti di pasar tradisional ataupun modern masih ditemukan makanan yang mengandung bahan berbahaya dan mikroba. Zat itu ditemukan dalam kue, ikan, buah, mi, tahu dan sebagainya. Untuk itu BPOM, dinas perindustrian, pertanian, dan kesehatan merancang pasar sehat. (NIT)

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 Gejala Kanker Ovarium, Wanita Perlu Waspada

7 Gejala Kanker Ovarium, Wanita Perlu Waspada

Health
Gangguan Stress Pascatrauma (PTSD)

Gangguan Stress Pascatrauma (PTSD)

Penyakit
5 Manfaat Sunat untuk Kesehatan Laki-laki

5 Manfaat Sunat untuk Kesehatan Laki-laki

Health
Eklampsia

Eklampsia

Penyakit
13 Cara Mengatasi Sakit Perut saat Haid Pakai Obat dan Secara Alami

13 Cara Mengatasi Sakit Perut saat Haid Pakai Obat dan Secara Alami

Health
Patah Tulang

Patah Tulang

Penyakit
10 Obat Eksim Alami yang Bisa Dijajal di Rumah

10 Obat Eksim Alami yang Bisa Dijajal di Rumah

Health
Regurgitasi Aorta

Regurgitasi Aorta

Penyakit
Mengenal Double Pneumonia, ketika Infeksi Menyerang Kedua Paru

Mengenal Double Pneumonia, ketika Infeksi Menyerang Kedua Paru

Health
Apakah Susu Efektif untuk Mencegah Osteoporosis?

Apakah Susu Efektif untuk Mencegah Osteoporosis?

Health
Gangguan Makan

Gangguan Makan

Penyakit
Cara Meredakan Sakit Akibat Gigi Bungsu Tumbuh

Cara Meredakan Sakit Akibat Gigi Bungsu Tumbuh

Health
5 Hal yang Bisa Membuat Gula Darah Melonjak

5 Hal yang Bisa Membuat Gula Darah Melonjak

Health
Iktiosis

Iktiosis

Penyakit
Kenali Pendarahan Implantasi, Tanda-tanda Awal Kehamilan

Kenali Pendarahan Implantasi, Tanda-tanda Awal Kehamilan

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.