Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 30/11/2012, 15:35 WIB
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com — Sebuah penelitian yang dilakukan di Taiwan menyebutkan bahwa bahan herbal yang biasa dipakai dalam pengobatan China ternyata meningkatkan risiko gagal ginjal dan kanker kandung kemih pada para ahli herbal atau herbalis profesional.

Herbal seperti fang chi, tanaman yang mengandung asam aristolochic, sebenarnya sudah dilarang pada tahun 2003. Herbal tersebut diketahui menjadi penyebab kanker dan gagal ginjal pada para herbalis yang setiap harinya meracik herbal tersebut.

"Ini adalah studi pertama yang melihat sekelompok pekerja yang terpapar asam aristolochic," kata ketua peneliti Dr Hsiao-Yu Yang, profesor di Tzu Chi University, Taiwan.

Penelitian sebelumnya juga telah menyebutkan, para herbalis berisiko tiga kali lipat menderita kanker sistem saluran kencing dibanding dengan populasi umum. Namun, dalam studi itu tidak disebutkan penyebab spesifiknya.

Dalam penelitiannya, tim yang dipimpin oleh Yang menggunakan data nasional yang mencatat 6.564 herbalis China yang bekerja di Taiwan antara tahun 1985 dan 1998. Pada tahun 2002, para herbalis itu disurvei mengenai proses pengobatan, termasuk penggunaan fang chi dalam praktiknya.

Dalam kurun waktu penelitian itu, 24 herbalis terkena kanker saluran kencing, termasuk ginjal, kandung kemih, dan uretra. Para herbalis yang mengemas atau menjual fang chi risikonya terkena kanker tersebut 2,6 kali lebih besar dibanding herbalis yang tidak memakai fang chi.

Herbal yang mengandung asam aristolochic dinyatakan berbahaya dan terlarang oleh US Food and Drug Administration pada tahun 2001. Sementara di Eropa baru pada tahun 2004 peringatan serupa dikeluarkan. Tetapi, di internet penjualan herbal tersebut masih marak karena di China dan banyak negara lain masih dinyatakan legal.

Menanggapi hasil penelitian ini, Mikel Aickin, editor BMC Complementary and Alternative Medicine, mengatakan, sampel dalam penelitian itu sangat kecil. Ia mengatakan, sulit menentukan apakah herbal fang chi itu memang yang menyebabkan kanker.

Fang chi pada umumnya dipakai untuk mengobati rematik dan bengkak, tetapi asam aristolochic sendiri ditemukan dalam banyak suplemen makanan dan pengobatan alternatif.

"Ini bisa menjadi penyakit global. Sekarang mungkin belum disadari, tapi dalam waktu dua sampai tiga tahun mendatang akan banyak penelitian yang mengaitkan paparan herbal," kata Graham Lord, ahli ginjal dari King's College London.

Ia menjelaskan, dokter mungkin tidak akan langsung mengaitkan penyakit ginjal dengan herbal atau suplemen yang mengandung asam aristolochic. "Memang sulit mendiagnosisnya karena tidak ada tes yang bisa dilakukan dengan mudah," katanya.

Untuk mempermudah diagnosis, Lord dan timnya kini sedang membuat daftar panduan bagi para dokter untuk menentukan apakah pasien gagal ginjal atau kanker saluran kencing disebabkan oleh asam aristolochic atau bukan.

Sementara itu, sebaiknya kita lebih waspada dalam memilih produk herbal atau suplemen.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+