Kompas.com - 30/11/2012, 19:59 WIB
EditorAsep Candra

JAKARTA, KOMPAS.com - Penanganan kasus HIV/AIDS di Indonesia harus dilakukan dari hulu dan hilir, demikian diungkapkan Menteri Kesehatan RI Nafsiah Mboi dalam konferensi pers di Departemen Kesehatan RI Jumat (30/11/2012), menyambut Hari AIDS Sedunia yang akan jatuh Sabtu (1/12/2012) besok.

Penangan hulu termasuk pendekatan masyarat dari sisi agama, pendidikan kesehatan reproduksi, hingga pendidikan tentang bahaya narkotika, sedangkan penangan hilir antara lain meliputi pengobatan penyakit kelamin dan anjuran memakai kondom untuk mereka yang melakukan hubungan seks berisiko.

Nafsiah juga menekankan tentang pentingnya kesetaraan gender dalam menangani permasalahan HIV/AIDS yang menyangkut hubungan seks berisiko yang menjadi salah satu penyebab utama penyebaran penyakit ini. Ketimpangan gender di Indonesia untuk hubungan seksual masih mengkhawatikan. Pasalnya seringkali wanita tidak berdaya ketika pria menolak memakai kondom ketika berhubungan seksual. Hal inilah yang menjadikan wanita sangat rentan terinfeksi HIV. Wanita yang dimaksudkan bukan hanya wanita pekerja seks komersial, tetap juga ibu rumah tangga.

"Angka ibu rumah tangga terkena HIV justru lebih tinggi daripada wanita pekerja seks. Hal ini ironis karena ibu rumah tangga cenderung berada pada lingkungan yang tidak beresiko," ujar Nafsiah,

"Ibu rumah tangga dengan HIV apabila hamil dapat mudah menularkan ke anak yang dikandungnya, meskipun ada kemungkinan tidak," tambahnya.

Hal inilah yang melatarbelakangi tema yang diusung pada Hari AIDS Sedunia 2012 yang bertepatan pada tanggal 1 Desember besok, yaitu "Lindungi Perempuan dan Anak dari HIV dan AIDS".

Hari Peringatan Nasional ini akan ketuai oleh Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Perlindungan terhadap wanita dan anak terhadap HIV/AIDS sangat berkaitan dengan kesadaran pria dalam melakukan hubungan seks beresiko. Oleh karena itu, penanganan hulu agar pria sebaiknya mendekatkan diri dengan agama dan mencintai keluarganya sangat disarankan.

Namun jika hal itu terlalu sulit dilakukan maka perlunya penanganan hilir, yaitu kesadaran pemakaian kondom. Pentingnya kesadaran bagi pria yang melakukan seks beresiko dalam menggunakan kondom perlu ditekankan. "Pria memiliki kecenderungan untuk membayar tinggi supaya enak, tapi dengan membayar sedikit lebih banyak 10.000-15.000 (untuk pembelian kondom) dia sudah bisa menyelamatkan bangsa, negara, serta keluarganya," kata Nafsiah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang

    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.