Kompas.com - 01/12/2012, 07:39 WIB
|
EditorTri Wahono

JAKARTA, KOMPAS.com - Bagi masyarakat yang terindikasi dapat tertular HIV/AIDS jangan pernah takut untuk memeriksaan diri ke rumah sakit atau puskesmas terdekat.

Pemeriksaan ini untuk mencegah penyebaran virus yang dapat menimbulkan penyakit-penyakit baru dalam tubuh penderita.

"Penderita harus segera memeriksakan diri ke rumah sakit atau puskesmas terdekat. Tujuannya untuk memantau CD4 penderita agar bisa tetap meneruskan kelangsungan hidup," kata Yulianti, Kepala Seksi Dukungan dan Layanan Komisi Penanggulangan AIDS Jakarta Barat di Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Jumat (30/11/2012).

Yulianti menambahkan, kesadaran pemeriksaan ini dapat mengurangi angka kematian karena mengidap virus HIV/AIDS. Bagi penderita yang sudah terdeteksi oleh dinas akan diberikan obat Anti Retro Viral (ARV) sebagai zat untuk meningkatkan CD4 sebagai zat daya tahan tubuh pada manusia.

Penderita yang sudah terdeteksi diharapkan tidak menutup diri dan bersembunyi. Mereka harus segera mencari pertolongan dokter agar menekan peningkatan virus yang menyebabkan turunnya CD4 pada seseorang.

Di Indonesia, seseorang mendapatkan pengobatan HIV/AIDS gratis jika CD4-nya berada di bawah angka 300. Sedangkan di Amerika karena menjadi negara yang kaya, penderita diberikan pengobatan saat CD4-nya berada di angka 500 dalam tubuh penderita.

"Kalau orang normal kan CD4-nya 700 ya. Nah di Indonesia, batas CD4 300 harus segera minum ARV rutin dua kali dalam sehari," ungkapnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Membangun kesadaran bagi penderita HIV/AIDS untuk memeriksakan diri sesuai dengan program ASEAN "Getting to Zero". Dalam program ini, Jakarta Barat ditunjuk untuk menjadi target pengurangan tingkat penularan HIV periode 2012-2015.


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sakit Kepala Tegang

Sakit Kepala Tegang

Penyakit
Memahami Penyebab dan Gejala Infeksi Usus Buntu

Memahami Penyebab dan Gejala Infeksi Usus Buntu

Health
Inkompatibilitas ABO

Inkompatibilitas ABO

Penyakit
3 Aktivitas yang Membawa Risiko Tinggi Covid-19

3 Aktivitas yang Membawa Risiko Tinggi Covid-19

Health
3 Perubahan Pada Kuku yang Menandakan Anda Pernah Terpapar Covid-19

3 Perubahan Pada Kuku yang Menandakan Anda Pernah Terpapar Covid-19

Health
Pandangan Kabur

Pandangan Kabur

Penyakit
Mata Berair

Mata Berair

Penyakit
Ahli Gizi: Harus Bijak Konsumsi Susu Kental Manis

Ahli Gizi: Harus Bijak Konsumsi Susu Kental Manis

Health
Nyeri Kaki dan Tangan

Nyeri Kaki dan Tangan

Penyakit
Alasan Gula Tak Memiliki Persentase AKG dalam Makanan Kemasan

Alasan Gula Tak Memiliki Persentase AKG dalam Makanan Kemasan

Health
Osteofit

Osteofit

Penyakit
3 Bahaya Konsumsi Susu Kental Manis Berlebihan untuk Kesehatan

3 Bahaya Konsumsi Susu Kental Manis Berlebihan untuk Kesehatan

Health
Hifema

Hifema

Penyakit
13 Tahap Perkembangan Janin pada Trimester Ketiga

13 Tahap Perkembangan Janin pada Trimester Ketiga

Health
Gigi Berlubang

Gigi Berlubang

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.