Kompas.com - 10/12/2012, 09:34 WIB
Editorwawa

KOMPAS.com - Sebagian orangtua menganggap terlalu sering menggendong tak baik untuk bayi. Padahal di usia tertentu, justru bayi butuh digendong.

Dokter spesialis anak, dr Attila Dewanti, SpA (K) mengatakan pada dua bulan pertama, kebiasaan menggendong dibolehkan karena bisa menenangkan bayi dan ini menjadi cara untuk membantu bayi beradaptasi.

"Menggendong tergantung usia. Kalau bayi baru lahir direbahkan saja biasanya sering menangis karena bayi satu bulan lebih rewel. Jadi dua bulan pertama boleh sering digendong karena ini menenangkannya," jelas dr Attila dalam talkshow perawatan bayi diadakan Tabloid Nakita dan Brawijaya Women & Children Hospital, Jakarta, Sabtu (8/12/2012).

Menurut dr Attila, pada dua bulan pertama, bayi butuh sering digendong sebagai cara penyesuaian dengan lingkungan di sekitarnya. Bayi sejak dalam rahim mendengar detak jantung ibunya. Saat bayi tidur di boks, ia merasakan suasana hening yang tak biasa baginya. Ia belum bisa beradaptasi dengan baik akhirnya bayi kerap menangis.

"Kalau digendong, bayi nyaman karena ia mendengar detak jantung ibunya, yang biasa ia dengar saat masih dalam kandungan, jadi ini menenangkannya," jelasnya.

Menggendong juga bisa meningkatkan bonding. Sambil menggendong ibu bisa mengajak bayi bicara. Cara ini juga membantu merangsang sel saraf bayi. Jadi, sambil menggendong ibu bisa membantu menstimulasi otak bayi yang berkaitan dengan perkembangan kecerdasannya.

Meski menggendong baik pada bayi baru lahir hingga usia dua bulan, dr Attila juga sepakat pada orangtua yang beranggapan tak baik terlalu sering menggendong bayi yang sudah semakin besar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Terlalu sering menggendong anak justru bisa mengurangi kesempatannya untuk mengeksplorasi diri yang bermanfaat bagi tumbuh kembangnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

8 Penyebab Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

8 Penyebab Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

Health
4 Cara Mengobati Penyakit Prostat, Tak Selalu Perlu Operasi

4 Cara Mengobati Penyakit Prostat, Tak Selalu Perlu Operasi

Health
Ejakulasi Tertunda

Ejakulasi Tertunda

Penyakit
4 Faktor yang Memengaruhi Tumbuh Kembang Anak

4 Faktor yang Memengaruhi Tumbuh Kembang Anak

Health
Liposarkoma

Liposarkoma

Penyakit
7 Hal yang Membut Anda Mudah Merasa Lelah

7 Hal yang Membut Anda Mudah Merasa Lelah

Health
Batu Empedu

Batu Empedu

Penyakit
12 Makanan yang Mengandung Seng Tinggi

12 Makanan yang Mengandung Seng Tinggi

Health
Kelumpuhan Tidur (Sleep Paralysis)

Kelumpuhan Tidur (Sleep Paralysis)

Penyakit
4 Jenis Orang yang Rentan Mengalami Kekurangan Zat Besi

4 Jenis Orang yang Rentan Mengalami Kekurangan Zat Besi

Health
Gastroparesis

Gastroparesis

Penyakit
Apa itu Demensia? Kenali Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Apa itu Demensia? Kenali Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Health
Trikotilomania

Trikotilomania

Penyakit
Kenali Apa itu Infeksi Liver, Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Kenali Apa itu Infeksi Liver, Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Health
Coccidioidomycosis

Coccidioidomycosis

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.