Kompas.com - 12/12/2012, 08:24 WIB
EditorAsep Candra

KOMPAS.com – Jika saat tidur Anda sering mendengkur, bangun pagi seringkali tidak segar, sering terbangun di malam hari karena merasa tercekik, bangun dengan keadaan haus, sering merasa ngantuk dan capek di siang hari meskipun sudah tidur cukup, hati-hati, bisa jadi Anda menderita Obstructive Sleep Apnea (OSA).

OSA merupakan sebuah kondisi yang menyebabkan aliran udara pernapasan terhenti ketika tidur, karenanya adanya penghambatan ataupun penyempitan di saluran pernapasan.

“Keadaan demikian menyebabkan pasokan oksigen dalam tubuh menurun, sehingga penderita OSA tidak dapat tidur dengan nyenyak. Inilah yang menyebabkan penderita OSA sering merasa capek dan mengantuk di siang hari,” ujar dokter spesialis telinga, hidung dan tenggorokan dari Rumah Sakit Premier Bintaro, DR. dr. Dini Widiarni, SpTHT, pada kesempatan seminar dokter, di Jakarta, Selasa (11/12/2012).

OSA dapat terjadi karena adanya pembengkakan pada beberapa organ dalam mulut dan tenggorokan, seperti pembengkakan tonsil dan uvula. Selain itu, ukuran lidah yang terlalu besar juga dapat menyebabkan OSA.

Dini mengatakan risiko OSA meningkat antara lain untuk orang dengan obesitas dan usia lanjut. Selain itu, kebiasaan buruk seperti merokok, minum alkohol, dan mengonsumsi obat-obatan sedative atau obat penenang dalam waktu lama, juga dapat memperburuk kondisi.

Pengobatan OSA tergantung pada sudah sejauh mana seseorang menderita OSA. Menurut Dini, OSA ringan dapat diobati hanya dengan olahraga yang mengencangkan otot-otot saluran pernapasan. “Olahraga seperti senam pipi, fitness yang difokuskan untuk daerah leher, dan bersepeda bisa jadi pilihan, karena olahraga seperti itu dapat membuat otot leher dan rongga mulut lebih kuat. Penguatan otot-otot ini dilakukan karena pada umumnya penderita OSA memiliki organ-organ yang bergelambir di saluran pernapasannya,” jelas Dini.

Jika sudah parah, OSA dapat diobati dengan menjalani operasi. Operasinya pun ada tingkatannya, tergantung pada keadaan OSA yang diderita. Dr. Lanny S. Tanudjaja, dokter yang menangani masalah tidur dari RS Premier Bintaro pada kesempatan yang sama mengatakan, “Karena penyebab OSA beragam, maka pengobatannya juga harus dikonsultasikan dulu dengan ahlinya. Salah satu cara untuk melihat sudah sejauh mana OSA yang diderita adalah dengan sleep study.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Dengan Sleep Study, dapat diketahui metode pengobatan yang tepat untuk pasien. Metode ini memungkinkan untuk melihat kualitas tidur pasien sehingga dapat menentukan sudah sejauh apa OSA diderita,” tambah Lanny.

Penggunaan alat seperti Continuous Positive Airway Pressure (CPAP) dapat digunakan untuk membantu pernapasan penderita OSA sebagai pengobatan non operatif. Selain itu menghindari tidur terlentang, melainkan tidur menyamping dan olahraga teratur adalah cara yang paling mudah, ungkap Dini.

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang

    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    2 Penyebab Abses Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

    2 Penyebab Abses Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

    Health
    Displasia Fibrosa

    Displasia Fibrosa

    Penyakit
    10 Tanda Infeksi Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

    10 Tanda Infeksi Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

    Health
    5 Makanan Ini Bantu Anda Cepat Sembuh dari Flu

    5 Makanan Ini Bantu Anda Cepat Sembuh dari Flu

    Health
    13 Penyebab Kenapa Ada Benjolan di Leher

    13 Penyebab Kenapa Ada Benjolan di Leher

    Health
    16 Penyebab Anus Sakit dan Cara Mengobatinya

    16 Penyebab Anus Sakit dan Cara Mengobatinya

    Health
    Klamidia

    Klamidia

    Penyakit
    5 Makanan yang Baik Dikonsumsi Setelah Sunat Agar Luka Cepat Kering

    5 Makanan yang Baik Dikonsumsi Setelah Sunat Agar Luka Cepat Kering

    Health
    Kram Mesntruasi

    Kram Mesntruasi

    Penyakit
    10 Gejala Abses Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

    10 Gejala Abses Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

    Health
    Sindrom Tourette

    Sindrom Tourette

    Penyakit
    6 Cara Mengatasi Postnasal Drip Sesuai Peyebabnya

    6 Cara Mengatasi Postnasal Drip Sesuai Peyebabnya

    Health
    Babesiosis

    Babesiosis

    Penyakit
    6 Penyebab Batuk Setelah Makan yang Perlu Diwaspadai

    6 Penyebab Batuk Setelah Makan yang Perlu Diwaspadai

    Health
    Regurgitasi Trikuspid

    Regurgitasi Trikuspid

    Penyakit
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.