Kompas.com - 12/12/2012, 08:39 WIB
EditorAsep Candra

JAKARTA, KOMPAS.com - Obstructive sleep apnea (OSA) merupakan suatu keadaan aliran udara terhenti di saluran pernapasan sehingga mengakibatkan pasokan oksigen untuk tubuh berkurang. Selain membuat kualitas tidur berkurang dan menurunkan produktivitas kerja, para ahli medis mengaitkan OSA dengan komplikasi penyakit lain, salah satunya penyakit pembuluh darah dan jantung (kardiovaskuler).

"Tidur seharusnya baik untuk sistem kardiovaskular, namun gangguan saat tidur seperti OSA malah akan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskuler," ungkap  spesialis jantung dan pembuluh darah dari RS Premier Bintaro kata dr. Chandramin, Sp.JP, dalam acara Seminar OSA dan Komplikasinya, Selasa (11/12/2012), kemarin di Jakarta.

Chandramin juga menjelaskan, saat tidur normal, tubuh manusia khususnya pada sistem kardiovaskuler-nya mengalami penurunan metabolisme, aktivitas syaraf simpatetik, tekanan darah, dan denyut jantung. Sedangkan efek yang ditimbulkan dari OSA pada sistem tersebut justru sebaliknya.

OSA seperti yang sudah diketahui dapat membuat tidur tidak nyenyak karena orang seringkali terbangun secara tiba-tiba di saat udara benar-benar sudah tidak mengalir. Terbangun secara tiba-tiba ternyata juga berakibat buruk pada sistem kardiovaskuler, yaitu dapat meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah sehingga membuat ketegangan sistem saraf. Dan biasanya terjadi berulang-ulang. Dampak yang paling mengkhawatirkan dari OSA pada sistem kardiovaskuler adalah kematian mendadak atau sudden death.

Berdasarkan sebuah penelitian yang dimuat dalam English Journal of Medical tahun 2005 pada sejumlah kasus kematian mendadak, angka pada penderita OSA cukup tinggi, terutama pada tengah malam hingga pukul 05.59 pagi, yaitu sebanyak 46 kasus, dibandingkan dengan pasien tanpa OSA 21 kasus, dan tanpa keduanya 18 kasus.

"Saat ini di Indonesia memang belum ada data penderita penyakit OSA dan kaitannya dengan kenaikan resiko penyakit jantung. Namun para ahli semua sependapat bahwa pasien penyakit jantung yang menderita OSA memiliki harapan hidup yang lebih kecil daripada tanpa OSA," katanya.

Menurut Chandramin, penyakit kardiovaskuler dan OSA memang berhubungan, berbahaya, dan sering terjadi. Namun gejalanya mudah dikenali sehingga dapat segera diobati.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 

Baca tentang

    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    5 Penyebab Infeksi Menular Seksual

    5 Penyebab Infeksi Menular Seksual

    Health
    6 Risiko Kesehatan Hamil di Usia Remaja

    6 Risiko Kesehatan Hamil di Usia Remaja

    Health
    Penyakit Autoimun

    Penyakit Autoimun

    Penyakit
    Jarang Diketahui, Kenali 5 Manfaat Minum Lemon dan Jahe sebelum Tidur

    Jarang Diketahui, Kenali 5 Manfaat Minum Lemon dan Jahe sebelum Tidur

    Health
    Infeksi Aliran Darah

    Infeksi Aliran Darah

    Penyakit
    Mengenal Gejala Awal Tumor Otak Berdasarkan Jenisnya

    Mengenal Gejala Awal Tumor Otak Berdasarkan Jenisnya

    Health
    Kulit Melepuh

    Kulit Melepuh

    Penyakit
    6 Makanan yang Baik untuk Kesehatan Ginjal

    6 Makanan yang Baik untuk Kesehatan Ginjal

    Health
    Lidah Pecah

    Lidah Pecah

    Penyakit
    Cedera Olahraga, Begini Penanganan yang Tepat Menurut Dokter

    Cedera Olahraga, Begini Penanganan yang Tepat Menurut Dokter

    Health
    Malabsorbsi Makanan

    Malabsorbsi Makanan

    Penyakit
    Mengapa Penderita Asma Sering Mengalami Kelelahan?

    Mengapa Penderita Asma Sering Mengalami Kelelahan?

    Health
    Hidung Tersumbat

    Hidung Tersumbat

    Penyakit
    13 Ciri-ciri Tumor Otak yang Pantang Disepelekan

    13 Ciri-ciri Tumor Otak yang Pantang Disepelekan

    Health
    Jari Kaki Kesemutan

    Jari Kaki Kesemutan

    Penyakit
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.