Kompas.com - 12/12/2012, 22:29 WIB
EditorAsep Candra

KOMPAS.com - Penelitian terbaru menunjukkan, orang yang ngorok saat tidur mungkin sekali mengalami kerusakan pembuluh darah arteri, sama seperti yang ditemukan pada penderita diabetes. Tetapi bukan sembarang mendengkur, karena suaranya sendiri tak mengganggu kesehatan. Melainkan henti nafas saat tidur atau sleep apnea yang menyertai suara dengkuran yang menjadi masalah. Jika pengobatan mendengkur diabaikan akibatnya pada pembuluh darah akan sama merusaknya dengan diabetes.

Gangguan nafas saat tidur atau sleep apnea memerupakan salah satu penyebab berbagai penyakit jantung dan pembuluh darah. Di antara suara dengkur, saluran nafas penderita sleep apnea bisa tertutup berulang kali hingga tak ada udara yang bisa masuk atau keluar sistem tubuh. Akibatnya, oksigen dalam tubuh turun dan naik secara periodik.

Penurunan kadar oksigen dan peningkatan aktivitas simpatis memicu reaksi berantai yang berujung pada penurunan kesehatan jantung dan pembuluh darah. Tekanan darah yang meninggi merupakan akibat sleep apnea yang paling sering ditemukan. Ya, mendengkur berakibat buruk bagi kesehatan seseorang.

Sementara diabetes telah lama diketahui mempunyai risiko tinggi untuk menderita penyakit-penyakit jantung dan pembuluh darah. Diabetes sendiri kini didapati berhubungan langsung dengan ngorok dan sleep apnea. Penelitian ini ingin membandingkan efek buruk mendengkur dan diabetes, terhadap kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Penelitian

Para peneliti dari the Carol Davila University and Pharmacy, Bucharest, Rumania membandingkan kondisi pembuluh darah arteri pasien yang mendengkur dan terdiagnosa sleep apnea, dengan penderita diabetes. Para ahli mengumpulkan 20 orang penderita sleep apnea tanpa diabetes, 20 orang penderita diabetes dan 20 orang sehat sebagai pembanding atau kontrol.

Pengukuran lapisan intima media pada arteri karotis dilakukan dengan ultrasound. Lapisan intima dan media diukur ketebalannya, dimana semakin tebal lapisan ini berarti semakin tinggi risiko pasien terganggu kesehatan jantung-pembuluh darah dan stroke.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hasilnya ketebalan intima media penderita sleep apnea dan diabetes memiliki kemiripan. Penderita sleep apnea 0,94 mm, penderita diabetes 0,89 mm, sedangkan yang sehat hanya 0,64 mm. Disamping itu, arteri penderita sleep apnea dan diabetes juga didapati lebih kaku dibanding orang sehat. Ini menunjukkan ada penurunan fungsi arteri yang sama pada penderita sleep apnea dan diabetes.

Fungsi endothelial juga didapati sama buruknya pada penderita sleep apnea dan diabetes. Pengukuran fungsi endothelial dilakukan untuk melihat kemampuan/kelenturan pembuluh darah melebar dan menyempit. Semakin lentur/kenyal, tentu semakin baik. Pada penderita sleep apnea, aliran dilatasi (melebar) amat terbatas, hanya 7,7 persen. Sementara penderita diabetes hasilnya mirip, yaitu 8,4 persen. Bandingkan dengan yang sehat, 19 persen.

Pasien dengan sleep apnea sedang dan parah memiliki arteri yang lebih kaku dibanding kontrol. Demikian juga dengan penderita diabetes. Dapat disimpulkan bahwa mendengkur dengan sleep apnea dan diabetes sama-sama memiliki rIsiko yang tinggi untuk menderita penyakit kardiovaskular.

Penelitian ini menunjukan bahwa tidur ngorok tak bisa disepelekan. Mendengkur memiliki risiko menderita penyakit jantung-pembuluh darah yang sama dengan diabetes. Perawatan sleep apnea amat penting bagi kesehatan.

Jadi, jika Anda temukan sahabat atau kerabat yang mendengkur, jangan cuma ditertawakan. Peringatkan, Anda dapat menyelamatkan nyawanya!

Baca tentang

    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Listeriosis

    Listeriosis

    Penyakit
    Jangan Sepelekan, Ini Pentingnya Vaksinasi untuk Kesehatan Paru-paru

    Jangan Sepelekan, Ini Pentingnya Vaksinasi untuk Kesehatan Paru-paru

    Health
    Purpura Trombositopenia Idiopatik

    Purpura Trombositopenia Idiopatik

    Penyakit
    4 Cara Mengatasi Pendarahan Otak

    4 Cara Mengatasi Pendarahan Otak

    Health
    10 Cara Menghilangkan Bopeng Bekas Cacar secara Alami dan Medis

    10 Cara Menghilangkan Bopeng Bekas Cacar secara Alami dan Medis

    Health
    Konstipasi

    Konstipasi

    Penyakit
    Pendarahan Otak, Apa Bisa Sembuh?

    Pendarahan Otak, Apa Bisa Sembuh?

    Health
    Hookworm Infection

    Hookworm Infection

    Penyakit
    Kenali Apa itu Rosacea, Ciri-ciri, Penyebab, Cara Mengobatinya

    Kenali Apa itu Rosacea, Ciri-ciri, Penyebab, Cara Mengobatinya

    Health
    Faringitis

    Faringitis

    Penyakit
    7 Gejala Awal Kanker Mulut yang Harus Diwaspadai

    7 Gejala Awal Kanker Mulut yang Harus Diwaspadai

    Health
    Sakit Perut

    Sakit Perut

    Penyakit
    6 Kebiasaan yang Dapat Menurunkan Imun Tubuh

    6 Kebiasaan yang Dapat Menurunkan Imun Tubuh

    Health
    Pipi Bengkak

    Pipi Bengkak

    Penyakit
    Mengenal Gejala Anemia saat Hamil

    Mengenal Gejala Anemia saat Hamil

    Health
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.