Operasi Plastik untuk Hidup Lebih Baik

Kompas.com - 14/12/2012, 02:23 WIB
Editor

Selain dari Korea, Gachon University Gil Medical Center juga beberapa kali didatangi pasien dari negara-negara lain, seperti Amerika, China, Jepang, dan bahkan Indonesia. Kenapa Korea banyak dituju untuk kebutuhan operasi plastik? Menurut Matthew, hal ini mungkin karena banyak klinik dan rumah sakit di negeri ginseng ini mampu memberikan jasa layanan bagus dengan harga yang relatif murah.

”Di Korea, rata-rata rumah sakit menawarkan biaya operasi plastik mulai dari 500.000 won hingga satu juta won. Sedangkan di Amerika, salah seorang pasien pernah bercerita, operasi plastik di sana ditawarkan dengan harga 10 kali lipatnya,” ujarnya.

Durasi waktu operasi plastik tidak lama, hanya berkisar satu hingga tiga jam. Satu minggu setelah operasi, pasien pun sudah menikmati hasilnya, di mana wajah yang ”dipermak” kelihatan berbeda, lebih cantik, dan mulus tanpa bekas operasi.

Matthew mengatakan, operasi plastik tergolong sebagai operasi kecil dan bukan hal yang layak dibesar-besarkan.

”Kakak perempuan saya melakukan operasi plastik, dan banyak teman-teman perempuan saya juga melakukan hal yang sama. Itu hal yang wajar dan sering ditemui di sini,” ujarnya.

Karena begitu wajarnya, banyak orang cantik atau ganteng di Korea, menurut Matthew, tidak lagi malu-malu mengakui bahwa penampilannya adalah hasil ”rekonstruksi” dari operasi plastik.

”Kita cukup meniru orang dari penampilan, bukan dari perkataan,” ujarnya sembari tertawa.

Karena begitu tinggi peminatnya, INHA International Medical Center, rumah sakit swasta yang baru akan membuka layanan pada Desember ini, juga merasa perlu menyediakan layanan operasi plastik. Untuk layanan tersebut, rumah sakit ini telah menyiapkan satu dokter ahli bedah plastik, dua tenaga medis, pakar di bidang dermatologi, dua ahli di bidang radiologi, dan dua ahli gigi.

”Kami siap melayani kebutuhan setiap orang untuk tampil lebih menawan dari sebelumnya,” ujar Marketing Assistant Manager INHA International Medical Center Heidi Kim.

Jadi, sekalipun ada peribahasa, jangan menilai buku dari isinya, menjadi lebih cantik dan menarik adalah hak setiap orang. Namun, tentu saja–masih dengan mengingat peribahasa tersebut–jangan sampai melupakan kualitas kepribadian, isi pemikiran, dibandingkan penampilan. (EGI)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.