Kompas.com - 15/01/2013, 19:58 WIB
EditorAsep Candra

KOMPAS.com - Kanker payudara merupakan jenis kanker penyebab kematian terbesar. Meski begitu, jika kanker ini diketahui sejak dini angka harapan hidup pasien semakin besar. Usia 40 tahun adalah saat paling tepat melakukan pemeriksaan mamografi.

Mamografi, menurut konsultan ahli bedah payudara dari Breast Clinic RS.Mitra Kemayoran Jakarta dr. Alfifah Amiruddin, masih menjadi standar emas pemeriksaan payudara untuk penegakan diagnosis dan stadium.

"Pemeriksaan lain, seperti USG (ultrasonografi), MRI (magnetic resonance imaging) atau CT-Scan hanyalah pemeriksaan penunjang mamografi," katanya dalam acara seminar kesehatan bertajuk Tren Terkini Bedah Payudara di Jakarta, Selasa (15/1/13).

Pemeriksaan mamografi idealnya dilakukan saat seorang wanita berusia 40 tahun. "Wanita berusia 20-30 tahunan payudaranya masih sangat padat sehingga agak sulit melihat kelainan di payudaranya," katanya.

Pemeriksaan payudara tersebut seharusnya dilakukan secara rutin, selain soal kecurigaan terhadap kanker tetapi juga untuk pemeliharaan kesehatan payudara secara keseluruhan.

Mamografi juga bisa mendeteksi adanya tumor yang tidak teraba benjolan. Biasanya tumor yang baru sebesar pasir dan bergerombol atau kluster.

"Kalau tumor belum teraba maka kesempatan untuk mempertahankan bentuk payudara semakin besar," kata dokter yang ahli di bidang onkoplastik payudara ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mamografi sebaiknya dilakukan setelah masa menstruasi karena seminggu sebelum haid kadar hormon estrogen meningkat. Hal ini akan menyebabkan semua struktur dalam payudara membesar. "Selain itu juga terjadi retensi cairan sehingga terasa sakit dan berat," paparnya.

Selain cek mamografi, para wanita juga disarankan menjalankan gaya hidup sehat seperti tidak merokok, menjaga berat badan ideal, serta rutin melakukan pemeriksaan payudara sendiri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Balanitis

Balanitis

Penyakit
6 Penyebab Hidung Sakit seperti Kemasukan Air

6 Penyebab Hidung Sakit seperti Kemasukan Air

Health
9 Jenis Makanan Sehat yang Direkomendasikan untuk Ibu Hamil

9 Jenis Makanan Sehat yang Direkomendasikan untuk Ibu Hamil

Health
Gangrene

Gangrene

Penyakit
7 Penyebab Kontraksi Palsu, Ibu Hamil Perlu Tahu

7 Penyebab Kontraksi Palsu, Ibu Hamil Perlu Tahu

Health
Gangguan Menstruasi

Gangguan Menstruasi

Penyakit
Kenali Apa itu Prostatitis, Penyakit Prostat yang Rawan Menyerang Pria

Kenali Apa itu Prostatitis, Penyakit Prostat yang Rawan Menyerang Pria

Health
Klaustrofobia

Klaustrofobia

Penyakit
Apakah Penyakit Tipes Bisa Menyebabkan Kematian?

Apakah Penyakit Tipes Bisa Menyebabkan Kematian?

Health
Enteritis

Enteritis

Penyakit
9 Penyebab Infeksi Liver yang Perlu Diwaspadai

9 Penyebab Infeksi Liver yang Perlu Diwaspadai

Health
Mengi

Mengi

Penyakit
Berapa Kadar Kolesterol Normal Berdasarkan Usia?

Berapa Kadar Kolesterol Normal Berdasarkan Usia?

Health
Alkalosis

Alkalosis

Penyakit
Tak Bisa Disepelekan, Kenali Penyebab Batuk Kering pada Anak

Tak Bisa Disepelekan, Kenali Penyebab Batuk Kering pada Anak

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.