Kompas.com - 16/01/2013, 12:15 WIB
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com — Obat generik adalah pilihan bagi banyak orang untuk mendapatkan obat dengan zat aktif yang sama, tetapi dengan harga lebih murah dibanding obat bermerek. Meski demikian, obat generik untuk orang dengan HIV/AIDS (ODHA) dinilai kurang efektif.

Penelitian klinis mengenai efektivitas obat HIV generik tersebut sudah dilakukan di Amerika Serikat. Obat generik itu juga harus dikonsumsi tiga kali sehari sehingga kepatuhan minum obat lebih rendah karena alasan lupa.

Saat ini obat HIV yang direkomendasikan untuk pasien yang baru terdiagnosis HIV adalah pil tunggal (Atripla) yang dikombinasikan dengan tiga merek obat antiretroviral seperti tenofovir, Emtriva, dan Sustiva.

Obat HIV generik yang baru diperkenalkan ini disebut memiliki cara kerja yang sama dengan Emtriva. Versi generik obat Sustiva juga diharapkan segera hadir dalam waktu dekat. Dengan demikian, pasien bisa mendapatkan obat dengan harga murah dibanding obat paten.

"Hasil penelitian ini membuat para pengambil keputusan berada dalam situasi sulit, bahkan secara etik tidak mungkin untuk merekomendasikan obat generik ini," kata dr Rochelle Walensky, ketua peneliti.

Ia menjelaskan, jika regimen obat generik itu dikonsumsi dengan baik dan patuh, meski agak kompleks, akan memberikan hasil yang efektif dengan regimen standar. Namun, jika pasien tidak patuh minum obat, risiko kegagalan pengobatan lebih tinggi.

Obat generik mungkin lebih bisa diterima dari sisi finansial, tetapi kurang baik dari sisi kesehatan pasien. Setelah diperhitungkan, dari setiap 15 pasien yang mengganti obatnya dengan regimen generik, satu pasien yang juga terinfeksi hepatitis punya kesempatan besar sembuh dari infeksi hepatitis itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pengobatan yang efektif bukan hanya membantu mereka yang terinfeksi HIV untuk hidup sehat dan bugar, melainkan juga mencegah risiko mereka terkena infeksi baru.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Nyeri Kronis

Nyeri Kronis

Penyakit
Kenapa Kolesterol LDL Tidak Boleh Tinggi?

Kenapa Kolesterol LDL Tidak Boleh Tinggi?

Health
Rosacea

Rosacea

Penyakit
8 Penyebab Anemia pada Ibu Hamil yang Perlu Diwaspadai

8 Penyebab Anemia pada Ibu Hamil yang Perlu Diwaspadai

Health
Bradikardia

Bradikardia

Penyakit
10 Penyebab Menopause Dini pada Wanita

10 Penyebab Menopause Dini pada Wanita

Health
Gangguan Sendi Rahang

Gangguan Sendi Rahang

Penyakit
Mengenali Tahap Pemulihan Operasi Caesar

Mengenali Tahap Pemulihan Operasi Caesar

Health
Cacar Api

Cacar Api

Penyakit
7 Efek Gagal Jantung dan Cara Mencegahnya

7 Efek Gagal Jantung dan Cara Mencegahnya

Health
Ptosis

Ptosis

Penyakit
9 Penyebab Pergelangan Tangan Sakit yang Perlu Diwaspadai

9 Penyebab Pergelangan Tangan Sakit yang Perlu Diwaspadai

Health
9 Gejala Anemia pada Ibu Hamil yang Perlu Diwaspadai

9 Gejala Anemia pada Ibu Hamil yang Perlu Diwaspadai

Health
Herpes Genital

Herpes Genital

Penyakit
Hubungan Anemia dan Gagal Jantung yang Penting Diketahui

Hubungan Anemia dan Gagal Jantung yang Penting Diketahui

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.