Kompas.com - 18/01/2013, 08:48 WIB
EditorAsep Candra

Jakarta, Kompas - Buruknya kondisi lingkungan akibat hujan dan banjir meningkatkan risiko kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak dan orang lanjut usia. Turunnya daya tahan tubuh akibat perubahan pola hidup dan stres bisa memicu munculnya berbagai penyakit fisik dan psikis.

Selama banjir, banyak sumber air bersih masyarakat, khususnya dari sumur dangkal, terendam dan tercemar. Ketersediaan air bersih di pengungsian umumnya terbatas. Karena itu, penyediaan air bersih mutlak diperlukan.

”Air bersih tak hanya diperlukan untuk minum, tetapi juga untuk membersihkan diri, seperti mandi dan cuci tangan,” kata Guru Besar Ilmu Kedokteran Komunitas, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Azrul Azwar, di Jakarta, Kamis (17/1).

Penggunaan air yang tercemar bisa memicu diare, muntaber, dan gatal-gatal. Di pengungsian, penyakit ini mudah dan cepat menular akibat lingkungan pengungsian yang serba terbatas.

Penyakit lain yang rentan menyerang adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Tjandra Yoga Aditama mengatakan, ISPA dapat disebabkan oleh virus, bakteri, atau mikroba. Gejalanya berupa batuk dan demam. ISPA berat dapat disertai sesak napas dan nyeri dada.

”Berkumpulnya banyak orang, seperti di pengungsian, membuat ISPA mudah menular,” ujarnya.

Penyakit leptospirosis yang ditularkan bakteri leptospira juga bisa muncul. Di Indonesia, penyakit ini umumnya ditularkan melalui kotoran dan kencing tikus yang bercampur air banjir. Bakteri leptospira bisa masuk ke tubuh manusia melalui luka.

”Hindari bermain air banjir, khususnya jika ada luka. Jika harus beraktivitas di banjir, gunakan pelindung,” kata Tjandra.

Potensi penyakit lain yang bisa muncul dan menular adalah demam berdarah, demam tifoid akibat makanan yang tak bersih, serta gangguan infeksi kulit.

Kelompok rentan

Dalam setiap bencana, anak- anak dan orang lanjut usia adalah kelompok paling rentan terkena dampak. Kondisi pengungsian yang penuh sesak, lembab, dan bising membuat anak-anak tidak nyaman dan mudah terserang penyakit.

Halaman:
Baca tentang

    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X