Kompas.com - 05/02/2013, 10:34 WIB
EditorLusia Kus Anna

Kompas.com - Bila Anda ingin memiliki sperma yang berkualitas dan berkuantitas, kurangilah waktu duduk di depan televisi atau video games. Penelitian menunjukkan, gaya hidup kurang aktif akan menurunkan jumlah sperma.

Beberapa penelitian pernah mengaitkan antara obesitas dan pola makan tinggi lemak dengan berkurangnya jumlah sperma. Dalam studi teranyar yang dilakukan tim dari Harvard School of Public Health ini menemukan kaitan antara gaya hidup sedentari (kurang aktif) dengan jumlah sperma.

Selama penelitian yang melibatkan 189 pria sehat berusia 18-22 tahun itu diketahui, pria yang sering menonton TV (sekitar 20 jam atau lebih dalam seminggu), memiliki jumlah sperma 44 persen lebih rendah daripada pria yang tidak menonton TV.

Sementara itu pria yang sering berolahraga (15 jam seminggu), baik olahraga intensitas sedang atau berat, memiliki jumlah sperma lebih banyak dibanding pria yang berolahraga kurang dari 5 jam setiap minggu.

Audrey Gaskin yang melakukan riset ini, menegaskan bahwa hidup aktif akan meningkatkan kualitas sperma. Meski begitu penelitian Gaskin ini tidak melihat kaitan antara penurunan jumlah sperma dengan kesuburan.

Olahraga dianggap akan melindungi sel sperma dari kerusakan oksidatif sehingga konsentrasi sperma meningkat. Penelitian ini dipublikasikan dalam British Journal of Sports Medicine.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 Gejala Kanker Usus dan Penyebabnya

7 Gejala Kanker Usus dan Penyebabnya

Health
6 Faktor Risiko Kanker Ovarium

6 Faktor Risiko Kanker Ovarium

Health
5 Masalah Payudara Ibu Menyusui dan Cara Mengatasinya

5 Masalah Payudara Ibu Menyusui dan Cara Mengatasinya

Health
Panduan Singkat untuk Perawatan Bayi Baru Lahir

Panduan Singkat untuk Perawatan Bayi Baru Lahir

Health
6 Cara Mencegah Kanker Usus yang Penting Dilakukan

6 Cara Mencegah Kanker Usus yang Penting Dilakukan

Health
8 Penyebab BAB Keras dan Cara Mengatasinya

8 Penyebab BAB Keras dan Cara Mengatasinya

Health
Apakah Mata Belekan pada Bayi Normal?

Apakah Mata Belekan pada Bayi Normal?

Health
Kanker Payudara Stadium 1, Apa Bisa Sembuh?

Kanker Payudara Stadium 1, Apa Bisa Sembuh?

Health
9 Herbal Penghilang Rasa Sakit Alami

9 Herbal Penghilang Rasa Sakit Alami

Health
10 Cara Mengobati Ambeien Secara Alami

10 Cara Mengobati Ambeien Secara Alami

Health
Kapan Waktu yang Tepat untuk Cabut Gigi Bungsu?

Kapan Waktu yang Tepat untuk Cabut Gigi Bungsu?

Health
Perbedaan Kanker Ovarium dan Kanker Serviks

Perbedaan Kanker Ovarium dan Kanker Serviks

Health
Persiapan sampai Perawatan Pasca-operasi Gigi Bungsu

Persiapan sampai Perawatan Pasca-operasi Gigi Bungsu

Health
11 Penyebab Hipertensi dalam Kehamilan dan Cara Menurunkannya

11 Penyebab Hipertensi dalam Kehamilan dan Cara Menurunkannya

Health
Kenali Apa itu Cacar Monyet, Asal-usul, dan Gejalanya

Kenali Apa itu Cacar Monyet, Asal-usul, dan Gejalanya

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.