Kompas.com - 05/02/2013, 12:06 WIB
EditorAsep Candra

KOMPAS.com -  "Syukurlah dokter, bukan jantung. Saya takut dok, kalau ini gejala jantung, Ayah saya dulu meninggal kabarnya karena serangan jantung," kata seorang pasien di ruang praktek suatu sore. Pasien kelihatan senang sekali waktu saya beritahu, keluhannya itu bukan suatu gejala jantung.

"Kalau begitu sakit apa dokter?"  Tanya pasien sambil tetap memegang dadanya yang menurut dia terasa panas sekali, dan menyesak.

"Kemungkinan karena asam lambung Ibuk yang mengalami refluks atau keluar dari lambung, kemudian masuk ke dalam kerongkongan dalam rongga dada Ibuk, itu yang menyebabkan rasa panas di dada Ibu," saya mencoba menerangkan dengan sederhana.

"Oooh, hanya itu ya dok, tapi kok bisa dok?"  Sanggah  pasien lagi penuh heran. "Banyak penyebabnya, termasuk apa yang Ibu makan, banyaknya, dan bahkan cara Ibuk makan," jawab saya.  " Oke lah dok, kalau hanya karena itu," ungkapnya  sambil senyum dan beranjak dari kursinya keluar dari kamar periksa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pasien seorang Ibu, usia 40 tahun, mengeluh rasa nyeri, panas di dadanya yang disertai mual, menyesak di bagian ulu hatinya, kadang disertai sendawa, cegukan. Keluhan ini sudah lama dan sering dirasakan pasien. Tetapi sore itu keluhannya terasa lebih berat dan pasien takut sekali kalau itu gejala dari serangan jantung. Waktu saya katakan bukan jantung,  pasien senang sekali, tetapi ketika saya beritahu, ini ada kaitannya dengan kebiasaan, pola makan dia, perutnya yang juga buncit, pasien seolah-olah tidak percaya.

Bahkan, waktu saya mengatakan kepada pasien, "kalau takut sakit jantung, harus sayangi perutnya, pilih-pilih yang akan dimasukkan ke dalamnya." Lalu,   apa jawabannya? "Kapan lagi mau makan enak dok? Selagi selera masih ada. ..........."

Selagi selera masih ada, selagi masih sehat, selagi masih  punya, selagi masih ada kesempatan, dan banyak "selagi" lagi,"  ungkapan yang sering saya dengar untuk mentolerir, membenarkan kebiasaan, pola makan kita selama ini, meskipun mereka tahu bahwa itu tidak sehat.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bagaimana Kolesterol Tinggi Bisa Menyebabkan Penyakit Liver?

Bagaimana Kolesterol Tinggi Bisa Menyebabkan Penyakit Liver?

Health
Mata Lelah

Mata Lelah

Penyakit
Ciri Sakit Kepala yang Mengarah pada Gejala Tumor Otak

Ciri Sakit Kepala yang Mengarah pada Gejala Tumor Otak

Health
Konjungtivis (Mata Merah)

Konjungtivis (Mata Merah)

Penyakit
15 Tahap Perkembangan Janin pada Trimester Kedua

15 Tahap Perkembangan Janin pada Trimester Kedua

Health
Osteoartritis

Osteoartritis

Penyakit
Kapan Waktu Tidur Siang yang Baik?

Kapan Waktu Tidur Siang yang Baik?

Health
Bintitan

Bintitan

Penyakit
Apa yang Boleh dan Tak Boleh Dilakukan Sebelum dan Setelah Vaksinasi Covid-19?

Apa yang Boleh dan Tak Boleh Dilakukan Sebelum dan Setelah Vaksinasi Covid-19?

Health
Glositis

Glositis

Penyakit
9 Ciri-ciri Penyakit Paru-paru, Tak Hanya Sesak Napas

9 Ciri-ciri Penyakit Paru-paru, Tak Hanya Sesak Napas

Health
Malnutrisi Energi Protein

Malnutrisi Energi Protein

Penyakit
Sakit Gusi Pantang Disepelekan, Kenali Bahayanya…

Sakit Gusi Pantang Disepelekan, Kenali Bahayanya…

Health
Bau Mulut

Bau Mulut

Penyakit
8 Bahaya Terlalu Banyak Minum Air Putih

8 Bahaya Terlalu Banyak Minum Air Putih

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.