Kompas.com - 16/02/2013, 11:10 WIB
EditorKistyarini

Kompas.com - Cukup sering kita mendengar berita seseorang yang masih muda urung menikmati puncak prestasinya karena mengalami kematian mendadak. Sekitar 80 persen orang yang mengalami kematian mendadak disebabkan oleh penyakit jantung koroner.

Sekalipun korban tersebut tidak pernah mengalami gejala apapun sebelumnya, mereka tetap bisa terkena serangan jantung.

Ventrikel adalah bilik jantung, yang paling bertanggung jawab memompa darah ke seluruh tubuh. Bisa sistem ini tidak berjalan, ventrikel akan bergetar cepat dan tidak efektif, aliran darah akan terhenti, maka terjadilah kemaitan mendadak akibat jantung.

Beberapa orang yang menjadi korban kematian mendadak juga diketahui sedang melakukan aktivitas olahraga saat kejadian.

"Saat olahraga, denyut jantung bertambah cepat dan kebutuhan oksigen meningkat. Jika oksigen tidak bisa disediakan maka otot jantung akan berhenti memompa," kata dr.Daniel Tanubudi, Sp.JP, ketua departemen kardiologi RS.Eka Hospital Tangerang.

Daniel menjelaskan, sebenarnya jika jantung berhenti berfungsi bisa dilakukan resistusi jantung untuk pemberian oksigen dalam darah dan aliran darah ke otak. Pemberian kejutan listrik ke jantung juga diperlukan untuk memulihkan denyut jantung secara spontan.

"Pasien masih bisa ditolong jika dibawa ke rumah sakit kurang dari tiga jam setelah kejadian. Kalau disebabkan karena sumbatan pembuluh koroner akan dilakukan balonisasi atau pemasangan stent sehingga darah kembali lancar," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Penelitian menunjukkan sebenarnya orang-orang yang beresiko tinggi mengalami serangan jantung bisa diidentifikasi. Antara lain adalah mereka yang pernah kena serangan jantung sebelumnya, menderita gangguan irama jantung, atau otot jantung lemah.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pika

Pika

Penyakit
Mengenal Prosedur Cuci Darah untuk Pasien Gagal Ginjal

Mengenal Prosedur Cuci Darah untuk Pasien Gagal Ginjal

Health
Hiperkalemia

Hiperkalemia

Penyakit
Selin Mual dan Muntah, Ini 4 Tanda Awal Kehamilan

Selin Mual dan Muntah, Ini 4 Tanda Awal Kehamilan

Health
Sindrom Albright

Sindrom Albright

Health
4 Hal yang Harus Dilakukan saat Orang Terdekat Mengalami Depresi

4 Hal yang Harus Dilakukan saat Orang Terdekat Mengalami Depresi

Health
13 Penyebab Menstruasi Tidak Teratur, Tidak Bisa Disepelekan

13 Penyebab Menstruasi Tidak Teratur, Tidak Bisa Disepelekan

Health
Fibroid Rahim

Fibroid Rahim

Penyakit
4 Cara Meningkatkan Hemoglobin dalam Darah

4 Cara Meningkatkan Hemoglobin dalam Darah

Health
Nyeri Panggul

Nyeri Panggul

Penyakit
7 Cara Mengobati Prostatitis dengan Obat, Perawatan Medis, dan Alami

7 Cara Mengobati Prostatitis dengan Obat, Perawatan Medis, dan Alami

Health
Nyeri Dada

Nyeri Dada

Penyakit
17 Penyebab Sel Darah Putih Tinggi, Bisa Tanda Infeksi sampai Kanker

17 Penyebab Sel Darah Putih Tinggi, Bisa Tanda Infeksi sampai Kanker

Health
Hernia Hiatus

Hernia Hiatus

Penyakit
Mual Muntah Tanda Kehamilan, Apakah Bisa Jadi Berbahaya?

Mual Muntah Tanda Kehamilan, Apakah Bisa Jadi Berbahaya?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.