Kompas.com - 17/02/2013, 18:23 WIB
EditorPalupi Annisa Auliani

PEKANBARU, KOMPAS.com - Ribuan rumah di sejumlah wilayah di Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau, terendam banjir akibat hujan turun terus menerus hingga mengakibatkan air sungai di daerah itu meluap.

"Sebagian kepala keluarga terparah telah mengungsi ke tempat lebih aman," kata Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disosnakertrans) Rokan Hulu Tengku Rafli Armien saat dihubungi melalui telepon dari Pekanbaru, Minggu.

Dia mengatakan, banjir telah merendam sejumlah wilayah di sana sejak beberapa hari terakhir dan air masih belum surut.

Hal itu menurut dia, disebabkan luapan air sungai yang membentang di Rokan Hulu. Banjir bahkan menyebabkan arus lalu lintas yang menghubungkan Riau dengan Provinsi Sumatra Utara sempat terputus.

"Jalan lintas provinsi yang terputus itu tepatnya dari jembatan Sungai Batang Lubuh sampai Kampung Padang, Desa Rambah Tengah Utara, Pasir Pengaraian. Jalan lingkar KM 4 Pasir Pangaraian, dan Bundaran Simpang Perkantoran Pemda juga rusak parah," katanya.

Ia mengatakan, hingga saat ini pemerintah daerah juga telah menurunkan sejumlah alat berat milik Dinas Bina Marga dan Pengairan Rokan Hulu untuk melakukan perbaikan jalan, sehingga mobil truk pengangkut Crude Palm Oil (CPO) dan truk besar lainnya sudah bisa melintas.

Menurut dia, banjir kali ini merupakan yang terbesar sepanjang kurun waktu sembilan tahun terakhir. "Sebelumnya di tahun 2004 banjir besar seperti saat ini juga sempat terjadi. Selain memutus akses lalu lintas di Simpang Supra dan Jalan Lingkar, genangan air juga mencapai 1,5 meter dan menyebabkan kendaraan tidak bisa melalui genangan air waktu itu," katanya.

Ia menambahkan, pihaknya sampai saat ini bersama dinas terkait masih berupaya mengevakuasi korban banjir. "Sejak kemarin, kami juga mendatangkan dua perahu karet dan 20 petugas penyelamat yang melibatkan seluruh pegawa di Dinas Sosial," katanya.

Pihaknya juga telah menyalurkan bantuan berupa paket sembako kepada para korban banjir seperti di Dusun Tulang Gajah, Desa Babussalam, dan Dusun Tanjung Harapan.

"Bantuan itu berupa beras, sarden, minyak goreng dan mi instan. Kami juga menerima sumbangan baju layak pakai untuk diberikan ke korban banjir," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.