Kompas.com - 19/02/2013, 09:43 WIB
EditorAsep Candra

TANYA : 

Saya adalah ibu dua anak. Anak pertama saya sudah berusia hampir 8 tahun. Saya baru saja melahirkan anak kedua. Anak pertama saya hanya mendapatkan ASI 2 bulan karena saat itu saya bekerja dan saya tidak berencana memberikan ASI ekslusif. Untuk anak kedua saya, saya berencana memberikan ASI eksklusif. Awalnya ASI sangat sedikit tetapi saya membaca beberapa artikel yang menyarankan untuk memberikan ASI secara langsung kepada bayi. Akhirnya ketika bayi saya berusia 1 bulan ASI mulai lebih lancar walaupun tidak berlebih.

Tetapi ada waktu 1 hari ketika saya sibuk sekali sehingga saya tidak bisa memberikannya secara langsung kepada bayi saya. Dan besoknya saya melihat produksi ASI menurun drastis. Yang biasanya bisa menghasilkan 90-100 ml sekali pompa menjadi hanya 30 ml sekali pompa. Ketika saya terus memberikan ASI secara langsung kepada bayi saya, saya hanya melihat ASI keluar di 3 menit pertama (saya melihat cairan putih saat bayi menghisap).

Setelah itu, tidak ada lagi cairan putih yang nampak dan akhirnya bayi saya hanya "ngempeng". Akhirnya, mau tidak mau saya stres dengan kondisi ini. Pertanyaan saya : 1. Mengapa ASI bisa secepat itu menurun drastis padahal saya makan dalam jumlah yang kurang lebih sama dan minum lebih dari 4 liter sehari? 2. Apa yang harus saya lakukan supaya produksi ASI meningkat lagi mengingat saya juga mengkonsumsi suplemen untuk memperlancar ASI berdasar resep dokter. Terima kasih sebelumnya untuk jawaban dan perhatiannya. 

(Melisa, 35, Surabaya)

JAWAB :

Salam Kenal ibu Melisa,

Salut kepada ibu yang berusaha tetap menyusui meskipun saat ini sedang mengalami penurunan produksi ASI. Yuk mari kita sama-sama telusuri mengapa dan bagaimana kita bisa menaikkan kembali produksi ASI ibu dan buah hati ibu dapat menyusu kembali seperti semula.

Produksi ASI dipengaruhi oleh hormon prolaktin yang jumlahnya ditentukan oleh seberapa banyak dan sering ASI dikeluarkan dari payudara ibu, baik dengan menyusui atau memerah ASI. Sehingga apabila ASI jarang dikeluarkan dengan sendirinya produksi ASI akan menurun.

Perlu diketahui juga bahwa hasil yang diperah belum tentu mencerminkan hasil yang bisa dihisap bayi secara langsung. Kekhawatiran melihat hasil perahan juga dapat menimbulkan berkurangnya hormon oksitosin yang bertugas membantu mengalirkan ASI. Hal ini dipengaruhi suasana hati ibu, jika senang, nyaman dan percaya diri dengan menyusui maka jumlah ASI yang dialirkan akan lebih lancar, dan jika ibu merasa khawatir, tidak nyaman, takut, kesakitan akan menurunkan aliran ASI.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.