Kompas.com - 19/02/2013, 15:15 WIB
EditorAsep Candra

KOMPAS.com - Dugaan bahwa teknik bayi tabung dapat meningkatkan risiko kanker pada kaum Hawa ternyata tidak terbukti. Sebuah studi yang dipublikasi dalam jurnal Fertility and Sterility menyatakan bahwa prosedur bayi tabung tidak akan meningkatkan risiko wanita terkena kanker ovarium dan payudara.

Studi yang dilakukan para ahli dari National Cancer Institute meneliti data kesehatan dari 67.608 wanita Israel yang telah menjalani teknik bayi tabung dalam kurun waktu 1994 hingga 2011. Para peneliti membandingkan data tersebut dengan data kesehatan dari 19.795 wanita yang tidak menjalani teknik yang juga dikenal dengan nama in-vitro fertilization (IVF) ini.

Teknik bayi tabung meliputi pemberian tambahan hormon pada pasien wanita agar ia dapat menghasilkan lebih banyak sel telur. Sel telur-sel telur ini kemudian "dipanen" dengan menusuk ovarium yang selanjutnya akan digabungkan dengan sperma di laboratorium. Setelah digabungkan dengan sperma, sel telur diinkubasi selama waktu tertentu, kemudian "ditanam" kembali di dalam rahim pasien wanita.

Para peneliti menemukan, dari 67.608 orang wanita, hanya ada 1.500 wanita yang didiagnosa menderita kanker hingga pertengahan tahun 2011.

Yang menarik, studi ini juga menemukan kemungkinan menderita kanker meningkat pada wanita yang melakukan teknik bayi tabung secara berulang-ulang.

Kasus kanker ovarium yang ditemukan dari data studi adalah sebanyak 45 kasus, namun para peneliti mengatakan mereka harus melakukan penelitian dengan sampel yang lebih besar lagi untuk dapat menguji bahwa teknik bayi tabung dapat menyebabkan kanker ovarium.

 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

8 Cara Program Hamil agar Pasangan Sukses Mendapatkan Momongan

8 Cara Program Hamil agar Pasangan Sukses Mendapatkan Momongan

Health
Listeriosis

Listeriosis

Penyakit
Jangan Sepelekan, Ini Pentingnya Vaksinasi untuk Kesehatan Paru-paru

Jangan Sepelekan, Ini Pentingnya Vaksinasi untuk Kesehatan Paru-paru

Health
Purpura Trombositopenia Idiopatik

Purpura Trombositopenia Idiopatik

Penyakit
4 Cara Mengatasi Pendarahan Otak

4 Cara Mengatasi Pendarahan Otak

Health
10 Cara Menghilangkan Bopeng Bekas Cacar secara Alami dan Medis

10 Cara Menghilangkan Bopeng Bekas Cacar secara Alami dan Medis

Health
Konstipasi

Konstipasi

Penyakit
Pendarahan Otak, Apa Bisa Sembuh?

Pendarahan Otak, Apa Bisa Sembuh?

Health
Hookworm Infection

Hookworm Infection

Penyakit
Kenali Apa itu Rosacea, Ciri-ciri, Penyebab, Cara Mengobatinya

Kenali Apa itu Rosacea, Ciri-ciri, Penyebab, Cara Mengobatinya

Health
Faringitis

Faringitis

Penyakit
7 Gejala Awal Kanker Mulut yang Harus Diwaspadai

7 Gejala Awal Kanker Mulut yang Harus Diwaspadai

Health
Sakit Perut

Sakit Perut

Penyakit
6 Kebiasaan yang Dapat Menurunkan Imun Tubuh

6 Kebiasaan yang Dapat Menurunkan Imun Tubuh

Health
Pipi Bengkak

Pipi Bengkak

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.