Kompas.com - 20/02/2013, 15:56 WIB
EditorLusia Kus Anna

Kompas.com - Tekanan darah tinggi atau hipertensi memang tidak menimbulkan gejala dari luar. Tetapi kondisi ini bisa menyebabkan Anda beresiko tinggi terkena stroke, serangan jantung, sampai gagal ginjal.

Seseorang dianggap menderita hipertensi jika bacaan tekanan darah mencapai 140/90. Ini berarti jantung Anda bekerja terlalu keras memompa darah.

Untuk menyiasati hipertensi, ada beberapa hal yang bisa dilakukan mulai dari mengurangi asupan garam dan lemak dari pola makan sehari-hari sampai berolahraga rutin beberapa kali dalam seminggu.

Berikut adalah beberapa cara tak terduga yang bisa menjaga tekanan darah tetap normal:

- Tidur cukup
Studi tahun 2009 yang dimuat dalam jurnal Archieves of Internal Medicine menemukan bahwa orang yang tidur kurang dari 7-8 jam setiap malam lebih beresiko menderita hipertensi. Risikonya meningkat sampai 37 persen untuk setiap jam yang berkurang.

- Dengarkan musik klasik
Dalam studi yang dipresentasikan dalam pertemuan tahunan Society of Hypertension's 2012 disebutkan, mendengarkan musik klasik seperti karya Mozart 30 menit setiap hari bisa mengurangi tekanan darah. Sebaliknya, mendengarkan musik beraliran cadas akan memicu hipertensi.

Penelitian serupa yang dilakukan oleh tim dari Universitas Osaka di Jepang menemukan, orang yang mendengarkan musik favorit satu jam setiap minggu memiliki bacaan tekanan darah lebih rendah 6 mmHg dalam waktu 3 bulan.

- Gemari pisang
Pisang mengandung 422 miligram potasium, yang menurut American Heart Association bisa mengurangi efek sodium si pemicu hipertensi. Makanan lain yang memiliki kandungan potasium cukup tinggi antara lain kentang (751 mg), edamame (970 mg permangkok), alpukat (975 mg). American Heart Association merekomendasikan kita untuk mengonsumsi 4.700 mg potasium setiap hari untuk mengurangi risiko penyakit jantung.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Karsinoma Sel Skuamosa

Karsinoma Sel Skuamosa

Penyakit
10 Penyebab Sakit Perut Bagian Atas

10 Penyebab Sakit Perut Bagian Atas

Health
Rahim Turun

Rahim Turun

Penyakit
6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

Health
Herniasi Otak

Herniasi Otak

Penyakit
Sering Menjadi Faktor Risiko Utama, Apa Kaitan Bipolar dan Genetik?

Sering Menjadi Faktor Risiko Utama, Apa Kaitan Bipolar dan Genetik?

Health
Insufisiensi Mitral

Insufisiensi Mitral

Penyakit
Pahami, Ini Dampak Stres Pada Penderita Diabetes

Pahami, Ini Dampak Stres Pada Penderita Diabetes

Health
Sindrom Sjogren

Sindrom Sjogren

Penyakit
Apakah Boleh Suntik Vaksin Covid-19 saat Haid?

Apakah Boleh Suntik Vaksin Covid-19 saat Haid?

Health
Lupus Nefritis

Lupus Nefritis

Penyakit
Bisakah Anak-Anak Mengalami Gangguan Bipolar?

Bisakah Anak-Anak Mengalami Gangguan Bipolar?

Health
Karsinoma Nasofaring

Karsinoma Nasofaring

Penyakit
Kenali Berbagai Gejala Gangguan Bipolar

Kenali Berbagai Gejala Gangguan Bipolar

Health
Pseudobulbar Affect (PBA)

Pseudobulbar Affect (PBA)

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.