Kompas.com - 21/02/2013, 09:12 WIB
EditorAsep Candra

KOMPAS.com - Kemampuan pria memproduksi sperma berkualitas ternyata berhubungan erat dengan kemampuannya menghadapi stres. Mereka yang memiliki kadar stres tinggi dalam jangka panjang cenderung menghasilkan air mani dengan konsentrasi sperma yang sedikit.

Kajian terbaru para ilmuwan Italia menemukan, pria yang memiliki tingkat kecemasan tinggi juga cenderung menghasilkan sperma yang bentuknya rusak atau kurang gesit berenang. Meski begitu, seorang ahli terapi kesuburan yang tidak terlibat dalam penelitian itu mengatakan, sebenarnya sulit menerapkan hasil riset seperti itu pada populasi umum karena responden dalam penelitian itu adalah mereka yang mengikuti terapi di klinik fertilitas.

"Apakah mereka menjadi stres karena kurang subur atau stres yang membuat mereka jadi tidak subur?" kata Tina Jensen dari Kopenhagen yang meneliti tentang faktor lingkungan pada kualitas sperma.

Studi sebelumnya menyebutkan, pria yang menjalani terapi kesuburan atau evaluasi kesuburan memiliki level stres yang lebih tinggi dibanding populasi secara umum. Beberapa penelitian juga menunjukkan kaitan antara stres dengan kualitas sperma.

Dalam studi yang dipimpin Elisa Vellani dari Euorean Hospital di Roma ini, ada puluhan pria dilibatkan. Mereka adalah 94 pria yang datang ke klinik kesuburan pertama kali, dan 85 pria lain yang tidak ikut terapi kesuburan sebagai kelompok kontrol.

Setiap pria memberikan contoh cairan maninya untuk dianalisis. Mereka juga menjawab survei untuk mengukur level stres dan kecemasan dalam jangka panjang dengan skor 20-80, makin tinggi skor makin tinggi level kecemasannya.

Secara umum pria dari kedua kelompok berada pada skor 37-40 yang tidak tergolong sebagai patologi.

Nah, ketika dibandingkan antara 28 pria yang level stresnya rendah dengan 40 pria yang level stresnya tinggi, diketahui pria yang stres punya konsentrasi sperma yang rendah serta jumlahnya sedikit. Makin stres seorang pria, makin terlihat adanya kerusakan DNA pada sel sperma. Kemampuan berenangnya juga rendah.

"Stres dan kecemasan adalah faktor yang signifikan dalam kesuburan pria," tulis para peneliti dalam jurnal Fertility and Sterility.

Tetapi mereka juga menjelaskan bahwa keterkaitan antara stres dan kualitas sperma tampak lemah pada kelompok pria yang tidak ikut terapi kesuburan.

Misalnya, pria yang ikut terapi kesuburan menghasilkan 29 juta sperma per milimeter semen, sedangkan pria dari kelompok kontrol menghasilkan 52 juta sperma per milimeter semen. Menurut standar WHO, sperma di atas 15 juta permilimeter semen termasuk normal.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Benarkah KB Spiral Dapat Menyebabkan Gemuk?

Benarkah KB Spiral Dapat Menyebabkan Gemuk?

Health
14 Penyebab Bangun Tidur Pinggang Sakit dan Cara Mengatasinya

14 Penyebab Bangun Tidur Pinggang Sakit dan Cara Mengatasinya

Health
Tetanus

Tetanus

Penyakit
17 Tanda Bahaya Kram Perut saat Hamil yang Pantang Disepelekan

17 Tanda Bahaya Kram Perut saat Hamil yang Pantang Disepelekan

Health
VIPoma

VIPoma

Penyakit
7 Cara Menghilangkan Fatty Liver dengan Obat dan Gaya Hidup Sehat

7 Cara Menghilangkan Fatty Liver dengan Obat dan Gaya Hidup Sehat

Health
Insufisiensi Pulmonal

Insufisiensi Pulmonal

Penyakit
4 Penyebab Hidung Meler yang Perlu Diketahui

4 Penyebab Hidung Meler yang Perlu Diketahui

Health
Pemfigoid Bulosa

Pemfigoid Bulosa

Penyakit
9 Bahaya Kelebihan Protein bagi Tubuh

9 Bahaya Kelebihan Protein bagi Tubuh

Health
Limfoma Burkitt

Limfoma Burkitt

Penyakit
Kenapa Pria Lebih Sering Ngorok Dibanding Wanita?

Kenapa Pria Lebih Sering Ngorok Dibanding Wanita?

Health
Rakitis

Rakitis

Penyakit
Vaksinasi Covid-19 pada Penderita Tumor, Kista, dan Kanker Kandungan

Vaksinasi Covid-19 pada Penderita Tumor, Kista, dan Kanker Kandungan

Health
8 Makanan dan Minuman yang Baik Dikonsumsi saat Flu

8 Makanan dan Minuman yang Baik Dikonsumsi saat Flu

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.