Kompas.com - 23/02/2013, 16:10 WIB
EditorLusia Kus Anna

Kompas.com - Stroke merupakan penyebab utama kecacatan dan kesakitan. Penderita umumnya mengalami penyumbatan otak. Para ilmuwan berupaya menemukan cara mengatasi hal tersebut, antara lain dengan menyuntikkan obat mengandung minyak ikan.

Tim ilmuwan dari Columbia University dan Lousiana State University di New York, melakukan eksperimen pada tikus yang menunjukkan bahwa obat berbasis minyak ikan yang diberikan dalam waktu satu jam setelah serangan stroke bisa menjaga sel-sel otak yang rusak tetap hidup.

Saat ini obat yang tersedia untuk mencegah kerusakan otak pada pasien stroke diberikan dalam kurun waktu empat jam pasca serangan stroke. Obat itu akan memecah sumbatan darah yang menghambat aliran oksigen ke otak, namun tidak bisa mencegah kematian sel-sel. Apalagi kebanyakan pasien stroke sering terlambat di bawa ke rumah sakit sehingga fungsi otak yang mengalami kerusakan sulit pulih 100 persen.

Jika nantinya percobaan pada tikus tersebut juga memberikan hasil sama pada manusia, obat mengandung minyak ikan itu akan menjaga sel-sel otak tetap hidup lebih lama. Dengan demikian pasien yang terlambat datang ke rumah sakit akan terhindar dari kerusakan otak permanen.

Obat tersebut, cairan yang kaya akan asam lemak omega-3 DHA, menggunakan beberapa metode untuk menjaga sel otak tetap hidup, antara lain mengubah gen yang memproduksi protein pelindung.

Asam lemak omega-3 sangat vital untuk fungsi otak dan dibutuhkan dalam perkembangan sistem saraf. Kebanyakan asam lemak ini ditemukan pada ikan laut dalam yang berlemak seperti salmon, tuna, dan makarel. Manfaat lain asam lemak ini adalah antiperadangan yang kuat.

Terapi DHA telah menunjukkan manfaat dalam berbagai penyakit kronik yang disebabkan oleh peradangan, misalnya jantung koroner, asma, artritis, dan penyakit mata degenerasi makular.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Stroke bisa terjadi pada usia berapa pun, termasuk pada bayi. DHA sudah dipakai secara luas sebagai suplemen harian dan dalam sudut pandang terapeutik, kini ada harapan penggunannya dalam terapi stroke," tulis Dr.Nicolas Bazan, salah satu peneliti.

Para peneliti berencana untuk melakukan ujicoba pada manusia secepatnya.

 


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Osteoartritis

Osteoartritis

Penyakit
Kapan Waktu Tidur Siang yang Baik?

Kapan Waktu Tidur Siang yang Baik?

Health
Bintitan

Bintitan

Penyakit
Apa yang Boleh dan Tak Boleh Dilakukan Sebelum dan Setelah Vaksinasi Covid-19?

Apa yang Boleh dan Tak Boleh Dilakukan Sebelum dan Setelah Vaksinasi Covid-19?

Health
Glositis

Glositis

Penyakit
9 Ciri-ciri Penyakit Paru-paru, Tak Hanya Sesak Napas

9 Ciri-ciri Penyakit Paru-paru, Tak Hanya Sesak Napas

Health
Malnutrisi Energi Protein

Malnutrisi Energi Protein

Penyakit
Sakit Gusi Pantang Disepelekan, Kenali Bahayanya…

Sakit Gusi Pantang Disepelekan, Kenali Bahayanya…

Health
Bau Mulut

Bau Mulut

Penyakit
8 Bahaya Terlalu Banyak Minum Air Putih

8 Bahaya Terlalu Banyak Minum Air Putih

Health
Inkompatibilitas Rhesus

Inkompatibilitas Rhesus

Penyakit
Benarkah Air Mani Dapat Bermanfaat untuk Kesehatan Kulit?

Benarkah Air Mani Dapat Bermanfaat untuk Kesehatan Kulit?

Health
Abses Gigi

Abses Gigi

Penyakit
8 Cara Program Hamil agar Pasangan Sukses Mendapatkan Momongan

8 Cara Program Hamil agar Pasangan Sukses Mendapatkan Momongan

Health
Listeriosis

Listeriosis

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.