Gangguan Bipolar Bisa Muncul sejak Bayi

Kompas.com - 26/02/2013, 02:27 WIB
Editor

JAKARTA, KOMPAS - Gangguan bipolar bisa muncul sejak kanak-kanak. Meskipun umumnya terjadi pada usia 15-24 tahun atau rata-rata 20 tahun.

Sejauh ini, kemunculan pada masa anak dan remaja juga relatif sering. ”Gangguan bipolar bahkan bisa muncul sejak masa bayi,” kata Nurmiati Amir dari Departemen Psikiatri Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/ RS Cipto Mangunkusumo saat temu wartawan di Gedung FKUI Jakarta, Senin (25/2).

Gangguan bipolar adalah gangguan otak yang ditandai perpindahan perasaan (mood), pikiran, energi, dan perilaku. Pengidap akan mengalami perubahan perasaan secara dramatis, bisa sangat meningkat (mania) maupun sangat menurun (depresi).

Perubahan perasaan orang dengan gangguan bipolar disertai perubahan serius pada energi dan perilakunya. Satu ketika, pengidap depresi sehingga murung, diam, atau menarik diri dari lingkungan. Di waktu lain, mengalami mania yang ditunjukkan semangat menggebu dalam aktivitas, tak pernah lelah, dan tak tidur berhari-hari.

Menurut Nurmiati, bayi atau anak di bawah lima tahun dengan rasa marah kuat, sering melawan, susah tidur, dan hiperaktif cenderung ada gangguan bipolar.

Hingga kini, penyebab pasti gangguan bipolar belum diketahui. Namun, faktor genetik atau keturunan berpengaruh. Oleh karena itu, untuk memastikan gangguan bipolar pada anak, harus ditanyakan apakah ada anggota keluarga yang bipolar.

”Kalau tak ditemukan pada ibunya, bisa jadi pada neneknya,” kata Nurmiati.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Gangguan bipolar memang dipengaruhi faktor genetik. Namun, lanjut Nurmiati, faktor itu tak serta-merta diturunkan.

Faktor kekerasan

Pengaruh riwayat keluarga positif 60-65 persen. Masih ada faktor lain yang memengaruhi, seperti tekanan terhadap anak pada masa perkembangannya.

Halaman:

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bagaimana Kolesterol Tinggi Bisa Menyebabkan Penyakit Liver?

Bagaimana Kolesterol Tinggi Bisa Menyebabkan Penyakit Liver?

Health
Mata Lelah

Mata Lelah

Penyakit
Ciri Sakit Kepala yang Mengarah pada Gejala Tumor Otak

Ciri Sakit Kepala yang Mengarah pada Gejala Tumor Otak

Health
Konjungtivis (Mata Merah)

Konjungtivis (Mata Merah)

Penyakit
15 Tahap Perkembangan Janin pada Trimester Kedua

15 Tahap Perkembangan Janin pada Trimester Kedua

Health
Osteoartritis

Osteoartritis

Penyakit
Kapan Waktu Tidur Siang yang Baik?

Kapan Waktu Tidur Siang yang Baik?

Health
Bintitan

Bintitan

Penyakit
Apa yang Boleh dan Tak Boleh Dilakukan Sebelum dan Setelah Vaksinasi Covid-19?

Apa yang Boleh dan Tak Boleh Dilakukan Sebelum dan Setelah Vaksinasi Covid-19?

Health
Glositis

Glositis

Penyakit
9 Ciri-ciri Penyakit Paru-paru, Tak Hanya Sesak Napas

9 Ciri-ciri Penyakit Paru-paru, Tak Hanya Sesak Napas

Health
Malnutrisi Energi Protein

Malnutrisi Energi Protein

Penyakit
Sakit Gusi Pantang Disepelekan, Kenali Bahayanya…

Sakit Gusi Pantang Disepelekan, Kenali Bahayanya…

Health
Bau Mulut

Bau Mulut

Penyakit
8 Bahaya Terlalu Banyak Minum Air Putih

8 Bahaya Terlalu Banyak Minum Air Putih

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.