Kompas.com - 01/03/2013, 08:46 WIB
EditorAsep Candra

"Ya kan, teman itu menyembuhkan?"

"Ya dokter, saya merasa lebih lega sekarang, saya juga merasa lebih sehat. Saya sekarang punya banyak teman yang mau mendengar, tempat saya mengadu, mencurahkan isi hati, perasaan saya dokter."

Dari hari ke hari suasana di kamar itu saya lihat semakin berubah. Suara gelak, canda, dan tawa semakin riuh saya dengar. Perawat saya pun mulai mengeluh, "ramai sekali dok sekarang di sana, mereka tidak peduli lagi dengan jam kunjungan, jam viste pun masih banyak temannya yang berkunjung", ungkap salah seorang perawat itu. "Nggak apa-apa, biarkan saja, daripada dia tambah sakit kesepian, itu mungkin lebih baik untuk dia, teman-temannya itu dapat menjadi obat bagi dia", jawab saya.

Kemudian, waktu saya visite, memang beberapa temannya masih saya lihat di sana. Salah seorang temannya tampak lagi memijit pundaknya, yang satu lagi sedang mengupaskan apel untuknya, dan yang lain seperti mau menyuapkan oleh-oleh yang dibawanya.  Dalam hati saya bergumam......."hmmmm,  teman-temannya betul-betul menjadi obat baginya."

Tidak lama saya visite, saya tidak ingin mengganggu suasana seperti itu, saya yakin teman-temannya ini sekarang barangkali lebih berarti dibandingkan kunjungan saya. Apalagi, saya lihat pasien ini kelihatannya sudah jauh lebih baik, keluhan-keluhannya sudah membaik, nafsu makannya juga sudah pulih kembali dan tidur pun sudah enak.

Lalu, melihat apa yang dialami pasien ini, saya teringat beberapa penelitian terkait pengaruh hubungan positif antara teman, dan kesehatan seseorang. Teman tidak hanya memberikan efek postif penyembuhan, bahkan juga menurunkan angka kematian dan meningkatkan harapan hidup seseorang. Mempunyai teman dapat mengurangi stress, ketakutan, dan kecemasan. Dukungan sosial yang didapatkan dari teman, menurut penelitian dapat menurunkan debaran jantung, tekanan darah, dan memperbaiki imunitas seseorang.

Penelitian yang dilakukan di Swedia pada laki-laki paruh baya menunjukkan bahwa mempunyai sedikit teman atau tidak ada teman akrab,  dekat, meningkatkan risiko serangan jantun pertama kali sebesar 50 persen. Studi yang dilakukan di Buffalo, New York pada tahun 2009 mendapatkan bahwa mereka yang paling sedikit memperoleh dukungan sosial paling banyak menderita penyakit jantung, kecemasan, dan depresi. Penelitian pada penderita kanker payudara menunjukkan bahwa mereka yang mendapatkan dukungan sosial hidup dua kali lebih lama dibandingkan yang tidak.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jadi, teman tidak hanya untuk sekedar bersenda gurau, bercanda, tetapi mempuyai pengaruh positif terhadap kesehatan fisik, emosional, dan bahkan spiritual. Dan seperti yang dialami pasien kanker di atas, teman dapat menyehatkan, membantu Anda menghadapi taruma seperti penyakit. Karena itu, perbanyaklah teman. Semakin banyak Anda mempunyainya, semakin dekat hubungan Anda, maka semakin besar pula dukungan yang akan Anda peroleh.

 

Halaman:

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bagaimana Kolesterol Tinggi Bisa Menyebabkan Penyakit Liver?

Bagaimana Kolesterol Tinggi Bisa Menyebabkan Penyakit Liver?

Health
Mata Lelah

Mata Lelah

Penyakit
Ciri Sakit Kepala yang Mengarah pada Gejala Tumor Otak

Ciri Sakit Kepala yang Mengarah pada Gejala Tumor Otak

Health
Konjungtivis (Mata Merah)

Konjungtivis (Mata Merah)

Penyakit
15 Tahap Perkembangan Janin pada Trimester Kedua

15 Tahap Perkembangan Janin pada Trimester Kedua

Health
Osteoartritis

Osteoartritis

Penyakit
Kapan Waktu Tidur Siang yang Baik?

Kapan Waktu Tidur Siang yang Baik?

Health
Bintitan

Bintitan

Penyakit
Apa yang Boleh dan Tak Boleh Dilakukan Sebelum dan Setelah Vaksinasi Covid-19?

Apa yang Boleh dan Tak Boleh Dilakukan Sebelum dan Setelah Vaksinasi Covid-19?

Health
Glositis

Glositis

Penyakit
9 Ciri-ciri Penyakit Paru-paru, Tak Hanya Sesak Napas

9 Ciri-ciri Penyakit Paru-paru, Tak Hanya Sesak Napas

Health
Malnutrisi Energi Protein

Malnutrisi Energi Protein

Penyakit
Sakit Gusi Pantang Disepelekan, Kenali Bahayanya…

Sakit Gusi Pantang Disepelekan, Kenali Bahayanya…

Health
Bau Mulut

Bau Mulut

Penyakit
8 Bahaya Terlalu Banyak Minum Air Putih

8 Bahaya Terlalu Banyak Minum Air Putih

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.