Kompas.com - 07/03/2013, 08:57 WIB
EditorAsep Candra

Jakarta, Kompas - Jumlah warga Indonesia yang berobat ke luar negeri terus bertambah. Keunggulan teknologi, kemampuan medik, dan keramahan layanan masih menjadi alasan pendorong. Setiap tahun, triliunan rupiah devisa negara mengalir ke negara-negara tetangga.

”Pemerintah tak bisa menyalahkan rakyat yang ingin berobat ke luar negeri. Di Indonesia, pasien belum dianggap sebagai mitra pengobatan, melainkan masih sebatas obyek,” kata Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Hasbullah Thabrany, Rabu (6/3), di Jakarta.

Meski sejumlah rumah sakit pemerintah dan swasta gencar mengembangkan layanan kelas VIP (very important person) dan super-VIP, kata Hasbullah, persepsi pasien Indonesia atas buruknya layanan rumah sakit tidak berubah. Modernisasi hanya terjadi pada penyediaan ruang dan peralatan medik, tetapi profesionalitas dan kemampuan tenaga medik dan pendukungnya belum tertata baik.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Henky Hermantoro, dalam Medical Excellence Japan Seminar: Indonesia-Japan Medical Collaboration, Sabtu (23/2), menyebut, ada 600.000 warga Indonesia berobat ke luar negeri pada 2012. Biaya yang mereka keluarkan mencapai 1,4 miliar dollar Amerika Serikat atau setara Rp 13,5 triliun.

Jumlah ini menunjukkan peningkatan berarti dibandingkan dengan tahun 2006. Saat itu, ada 315.000 orang berobat ke luar negeri dengan total pembelanjaan mencapai 500 juta dollar AS (setara Rp 4,8 triliun dengan nilai tukar saat ini).

Singapura dan Malaysia masih menjadi tujuan utama turis kesehatan Indonesia. Sejumlah negara lain kini mulai melirik calon pasien dari Indonesia, seperti Thailand, China, India, atau Jepang.

Manajer Senior Pengembangan Perusahaan, Pusat Mata Nasional Singapura (Singapore National Eye Centre/SNEC) Tricia Tan dalam Media Visit to SNEC, Singapura, Selasa (26/2), mengatakan, tiap tahun ada 18.000 pasien mancanegara dan 275.000 pasien Singapura yang berobat ke SNEC.

Pasien asing berasal dari sejumlah negara, termasuk Indonesia. Selain berobat atas inisiatif sendiri, sebagian pasien dirujuk dokter di Indonesia.

Sementara itu, pasien Indonesia yang berobat di sejumlah rumah sakit anggota kelompok Parkway Health, Singapura, tahun 2010 mencapai 60 persen dari total pasien asing. Jumlah pasien asing di grup rumah sakit swasta ini 30 persen dari jumlah total pasien yang dilayani (Kompas, 15 November 2010).

Menurut Henky, alasan penduduk Indonesia berobat ke luar negeri antara lain mencari teknologi pengobatan yang lebih canggih, mencari layanan kedokteran lebih unggul, serta mendapat layanan keperawatan lebih baik. Ada pula yang berobat ke luar negeri karena lebih murah.

Pengobatan di beberapa rumah sakit Malaysia, khususnya untuk operasi-operasi besar, diakui banyak pihak lebih murah dibandingkan dengan Indonesia. Selain itu, sistem kerja penuh waktu dokter di rumah sakit Malaysia membuat pasien merasa aman saat berobat. Di Indonesia, untuk mendapat penghasilan cukup, banyak dokter berpraktik di banyak rumah sakit.

Mahal

Mahalnya pengobatan di Indonesia dinilai Hasbullah disebabkan oleh belum adanya sistem pengaturan tarif. Akibatnya, sejumlah rumah sakit menetapkan harga layanan berdasar harga layanan di rumah sakit lain.

”Pengenaan aneka pajak terhadap alat-alat kedokteran dan obat-obatan juga membuat layanan medik di Indonesia mahal,” katanya.

Hasbullah menambahkan, pelayanan pasien kelas kaya di Indonesia akan baik jika pelayanan untuk pasien miskin juga baik. Biaya layanan pasien miskin harus ditanggung negara, bukan disubsidi pasien kaya. Sistem subsidi silang dari pasien kaya kepada pasien miskin yang diterapkan sejumlah rumah sakit akan mengurangi kualitas layanan yang diterima pasien.

Sistem yang menjamin kualitas layanan seluruh rakyat termasuk gaji dokter Indonesia kini sedang ditata seiring rencana pelaksanaan sistem Jaminan Kesehatan Nasional mulai 2014. ”Tapi pemerintah harus konsisten untuk menanggung biaya pasien miskin secara memadai,” kata Hasbullah. (MZW)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

6 Cara Alami Mengatasi Diabetes

6 Cara Alami Mengatasi Diabetes

Health
16 Penyebab Anosmia dan Ageusia, Tak Hanya Covid-19

16 Penyebab Anosmia dan Ageusia, Tak Hanya Covid-19

Health
Apa Itu Intoleransi Laktosa?

Apa Itu Intoleransi Laktosa?

Health
Jam Olahraga yang Baik untuk Menurunkan Berat Badan

Jam Olahraga yang Baik untuk Menurunkan Berat Badan

Health
5 Kandungan Keju Cheddar yang Perlu Diwaspadai

5 Kandungan Keju Cheddar yang Perlu Diwaspadai

Health
10 Penyakit yang Disebabkan Stres Perlu Diwaspadai

10 Penyakit yang Disebabkan Stres Perlu Diwaspadai

Health
Berapa Lama Bronkitis Sembuh? Simak Penjelasan Berikut…

Berapa Lama Bronkitis Sembuh? Simak Penjelasan Berikut…

Health
3 Manfaat Kesehatan dari Keju Cheddar

3 Manfaat Kesehatan dari Keju Cheddar

Health
Teh Tidak Bisa Sepenuhnya Berguna untuk Menurunkan Berat Badan

Teh Tidak Bisa Sepenuhnya Berguna untuk Menurunkan Berat Badan

Health
6 Penyebab Gigi Sensitif

6 Penyebab Gigi Sensitif

Health
3 Efek Samping dari Konsumsi Buah Tin

3 Efek Samping dari Konsumsi Buah Tin

Health
Mengetahui dan Mempertahankan Level Gula Darah Normal

Mengetahui dan Mempertahankan Level Gula Darah Normal

Health
10 Tanda-tanda Leukemia pada Anak yang Orang Tua Harus Waspadai

10 Tanda-tanda Leukemia pada Anak yang Orang Tua Harus Waspadai

Health
Bersyukur Saya Pernah Diabetes

Bersyukur Saya Pernah Diabetes

Health
7 Manfaat Niacinamide untuk Kulit Wajah

7 Manfaat Niacinamide untuk Kulit Wajah

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.