Kompas.com - 11/03/2013, 13:33 WIB
EditorAsep Candra

KOMPAS.com - Jika Anda sedang menjalani pengobatan perunan kolesterol dengan obat statin, maka sebaiknya tidak mengonsumsi vitamin niacin. Sebuah studi baru mengindikasikan bahwa mengombinasikan statin dan niacin tidak akan memberikan keuntungan bagi tubuh Anda, melainkan memperbesar efek samping.

Sebuah studi besar tentang niacin pada hampir 26.000 orang penderita penyakit jantung menunjukkan hasil yang mengecewakan. Pasien yang diberi vitamin B sekaligus dengan statin menunjukkan tidak ada penurunan dari kematian akibat penyakit jantung, serangan jantung, stroke, atau kebutuhan operasi bypass atau angioplasty.

Studi ini juga menemukan bahwa orang yang mengonsumsi niacin memiliki kemungkinan lebih untuk pendarahan dan/atau infeksi daripada mereka yang mengonsumsi plasebo. Demikian yang dilaporkan dalam pertemuan tahunan American College of Cardiology, di San Francisco.

"Kami kecewa dengan hasil ini karena tidak menunuukkan keuntungan untuk pasien kami," kata ketua penulis studi Jane Armitage, profesor di University of Oxford di Inggris.

Armitage mengatakan, niacin telah digunakan selama bertahun-tahun dan dipercaya dapat membantu pasien untuk mencegah serangan jantung dan stroke, namun kini ternyata efeknya berkebalikan ketika digunakan beserta pengobatan umum.

Studi baru yang diterbitkan dalam European Heart Journal ini melibatkan pasien dengan penyempitan arteri. Mereka diberikan baik 2 gram niacin dan 40 miligram plasebo. Di samping itu, mereka sedang menjalani pengobatan dengan statin.

Selain tidak memberikan keuntungan kesehatan, pemberian niacin tidak juga mengurangi kematian akibat penyakit jantung. Dalam penelitian ini, sebanyak ditemukan 13,2 persen kasus pada orang yang mengonsumsi niacin, dan 13,7 persen pada orang yang mengonsumsi plasebo.

Dengan mengombinasikan statin dan niacin, efek samping juga lebih mungkin terjadi. Di akhir studi ini, sebanyak 25 persen pasien yang mengonsumsi niacin dan lapopiprant menghentikan pengobatannya, dibandingkan dengan 17 persen pasien yang mengonsumsi plasebo.

"Alasan utama pasien menghentikan pengobatan adalah adanya kontraindikasi, seperti gatal, ruam, gangguan pencernaan, diare, diabetes dan masalah otot," kata Armitage. "Penghentian pengobatan 4 kali lebih mungkin pada pasien yang mengalami gangguan kulit. dan 2 kali lebih mungkin pada pasien yang mengalami gangguan pencernaan," jelasnya.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.