Kompas.com - 13/03/2013, 06:21 WIB
EditorAsep Candra

JAKARTA, KOMPAS - Angka kematian perempuan akibat tuberkulosis jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kematian lantaran persalinan. Penyakit menular ini juga menjadi penyebab tidak langsung utama kematian perempuan.

Kementerian Kesehatan mencatat, angka kematian ibu akibat persalinan 10.488 per tahun atau 228 per 100.000 kelahiran hidup. Sementara itu, kematian akibat tuberkulosis (TB) mencapai 31.873 per tahun.

Pada 2012, ada 197.000 kasus baru TB BTA (basil tahan asam) positif. Rinciannya, laki-laki 117.000 orang dan perempuan 80.000 orang. Angka ketercatatan kasus TB perempuan lebih rendah dari laki-laki, 115 per 100.000 penduduk berbanding 151 per 100.000 penduduk. Hampir setengah dari perempuan pengidap TB berakhir dengan kematian.

TB adalah penyakit menular yang disebabkan Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini lebih sering menyerang paru walau organ lain (tulang) juga bisa terinfeksi. Penularan terjadi melalui udara, yakni menghirup bakteri yang tersebar dalam percikan bersin atau dahak penderita TB.

Direktur Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Tjandra Yoga Aditama pada Workshop Media tentang Tuberkulosis di Jakarta, Senin (11/3), menyatakan, salah satu penyebab tingginya kematian, karena perempuan cenderung tidak melaporkan kasus. Sebaliknya, laki-laki lebih aktif melaporkan sakitnya ke puskesmas atau rumah sakit.

Ke depan, demikian Yoga, Kemenkes akan meningkatkan wajib catat setiap kasus baru termasuk pada perempuan. Hal ini agar pengobatan dan pengawasan bisa dilakukan sejak dini sehingga kematian dapat dicegah.

TB laten

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tjandra mengingatkan adanya TB laten yang terjadi pada mantan penderita TB. Dalam hal ini Mycobacterium tuberculosis tidak aktif (dormant) karena pengobatan, sewaktu-waktu dapat aktif saat daya tahan tubuh merosot.

”Perilaku hidup bersih dan sehat bagi mantan penderita maupun yang belum terinfeksi penting untuk mencegah perkembangan bakteri,” katanya.

Tjandra meminta media lebih aktif menyebarkan pengetahuan yang benar tentang TB dan penanganannya, termasuk soal persediaan obat gratis di puskesmas dan kepatuhan dalam pengobatan selama 6-8 bulan bagi pasien TB.

Untuk mencegah pengidap TB mengalami resistensi multiobat (MDR-TB), yang pengobatannya bisa sampai 1,5 tahun lebih, Yoga mengatakan, Kemenkes melakukan beberapa strategi. Strategi itu antara lain melakukan pengawasan minum obat dan kombinasi dosis obat dalam satu paket. Terkait pengawasan, peran komunitas (LSM dan keluarga) dalam mengontrol sangat diperlukan.

Daniel Maguari dari Yayasan Spiritia mengatakan, Kemenkes perlu mengintegrasikan penanganan TB dan HIV/AIDS di bawah satu atap. Kedua penyakit infeksi ini berhubungan dan saling memengaruhi karena terkait kondisi daya tahan tubuh manusia. (K01)

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

6 Gejala Asam Urat yang Perlu Diwaspadai

6 Gejala Asam Urat yang Perlu Diwaspadai

Health
Penis Bengkak

Penis Bengkak

Penyakit
Mengapa Penderita Diabetes Bisa Mengelamai Penglihatan Kabur?

Mengapa Penderita Diabetes Bisa Mengelamai Penglihatan Kabur?

Health
Fibroadenoma

Fibroadenoma

Penyakit
Mengapa Penderita Diabetes Rawan Terkena Gangren?

Mengapa Penderita Diabetes Rawan Terkena Gangren?

Health
Iritabilitas

Iritabilitas

Penyakit
11 Gejala Diabetes yang Perlu Diwaspadai

11 Gejala Diabetes yang Perlu Diwaspadai

Health
Infeksi Saluran Kemih

Infeksi Saluran Kemih

Penyakit
2 Cara Keliru dalam Membersihkan Telinga

2 Cara Keliru dalam Membersihkan Telinga

Health
Bulimia Nervosa

Bulimia Nervosa

Penyakit
3 Cara Aman Membersihkan Telinga

3 Cara Aman Membersihkan Telinga

Health
Aneurisma Aorta

Aneurisma Aorta

Penyakit
Mengenal Apa Itu Metode ERACS dan Manfaatnya Usai Persalinan

Mengenal Apa Itu Metode ERACS dan Manfaatnya Usai Persalinan

Health
Bisinosis

Bisinosis

Penyakit
Cara Mencegah dan Mengatasi Sakit Leher

Cara Mencegah dan Mengatasi Sakit Leher

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.