Kompas.com - 16/03/2013, 13:00 WIB
EditorLusia Kus Anna

Kompas.com - Sekitar 160.000 pria yang sudah menjalani terapi pengobatan kanker prostat tidak lagi memiliki kehidupan seksual atau tak lagi sebaik biasanya.  Data tersebut merupakan data terhadap pasien kanker prostat di Inggris. Namun pasien di negara lain diperkirakan mengalami nasib serupa.

Gangguan seksual yang dialami pasien antara lain disfungsi ereksi alias impotensi sebagai efek samping dari operasi, radioterapi, atau pun terapi hormonal yang dilakukan sebagai bagian dari pengobatan.

Sebagian besar pria yang mengalami gangguan seksual itu karena mereka mengalami kerusakan saraf permanen sehingga tidak lagi mampu ereksi. Sekitar 2 dari 3 pasien kanker prostat mengaku mereka tak lagi mampu ereksi.

Pada beberapa pria gangguan tersebut bersifat sementara karena mereka hanya mengalami hambatan psikologis untuk melakukan hubungan seks.

Profesor Jane Maher dari Macmillan Cancer Support menjelaskan, banyaknya pasien yang mengalami gangguan seksual tersebut membutuhkan penanganan serius. Dokter juga perlu menjelaskan dengan detil kepada pasien sebelum dimulainya terapi pengobatan.

"Banyak yang masih ditolong dengan tindakan pencegahan dan juga dukungan dari keluarga," katanya.

Para pasien juga didorong untuk berkonsultasi kepada dokter jika mengalami gangguan seksual. "Bagi banyak pria yang menderita kanker prostat ada semacam stigma jika mereka membicarakan tentang disfungsi ereksi," kata Dr.Daria Bonanno, ahli klinis psikologis.

Kebanyakan pasien akan merasa kehilangan maskulinitas dan kesedihan karena mereka tak mampu ereksi. Ini akan semakin membuat mereka secara emosional lebih terisolasi dari pasangannya. Padahal hal itu justru memperburuk gangguan seksualnya.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

6 Cara Mengobati Kanker Usus, Terapi Obat sampai Operasi

6 Cara Mengobati Kanker Usus, Terapi Obat sampai Operasi

Health
Penyebab Hipertensi pada Lansia dan Cara Mencegahnya

Penyebab Hipertensi pada Lansia dan Cara Mencegahnya

Health
7 Herbal yang Berkhasiat untuk Menjaga Kesehatan Jantung

7 Herbal yang Berkhasiat untuk Menjaga Kesehatan Jantung

Health
Pelonggaran Aturan Pakai Masker Bikin Cemas, Begini Cara Mengatasinya…

Pelonggaran Aturan Pakai Masker Bikin Cemas, Begini Cara Mengatasinya…

Health
6 Cara Mencegah Kanker Usus Besar

6 Cara Mencegah Kanker Usus Besar

Health
Update Hepatitis Akut: 4 Orang Bisa Sembuh

Update Hepatitis Akut: 4 Orang Bisa Sembuh

Health
4 Gejala Flu Singapura yang Perlu Diwaspadai

4 Gejala Flu Singapura yang Perlu Diwaspadai

Health
Mengapa Sarapan Penting untuk Kesehatan?

Mengapa Sarapan Penting untuk Kesehatan?

Health
Mengapa Manusia Butuh Protein?

Mengapa Manusia Butuh Protein?

Health
Mengapa Stres Bisa Membuat Kita Jatuh Sakit?

Mengapa Stres Bisa Membuat Kita Jatuh Sakit?

Health
Mengapa Stres Bisa Menganggu Siklus Menstruasi?

Mengapa Stres Bisa Menganggu Siklus Menstruasi?

Health
Pentingnya Vaksin Kanker Serviks

Pentingnya Vaksin Kanker Serviks

Health
Gejala Klamidia, Infeksi Menular Seksual yang Suka Muncul Diam-diam

Gejala Klamidia, Infeksi Menular Seksual yang Suka Muncul Diam-diam

Health
7 Penyebab Hipertensi pada Anak

7 Penyebab Hipertensi pada Anak

Health
Flu Tulang

Flu Tulang

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.