Migrasi di Balik Kelezatan Kari Medan

Kompas.com - 30/03/2013, 13:14 WIB
EditorI Made Asdhiana

Oleh Aryo Wisanggeni G dan Aufrida Wismi W

ORANG India selatan datang bergelombang ke Sumatera sejak ribuan tahun silam. Jejak migrasi itu antara lain terekam di antara harum bumbu kari dan keagungan Kuil Shri Mariamman di Medan, Sumatera Utara. Asap dupa di tangan kanan Pendeta Suben menyebarkan harum saat ia singgah di rumah pemujaan di halaman Kuil Shri Mariamman. Tangan kirinya terus memainkan lonceng kecil. Lantunan bait doa terdengar dari mulutnya ketika ia berhenti di depan arca Raghu, Sewai, dan Chandiran, berikut enam arca lainnya.

Ia melantunkan doa di depan arca Shri Idumban, menyalakan pelita di balik arca, dan mengulangi prosesi di arca Shri Bhairavar. Saat Pendeta Saren memasuki kuil, harum dupa menyebar ke langit-langit kuil Hindu terbesar di Sumut itu.

Satu demi satu warga mendatangi Kuil Shri Mariamman, takzim menyentuh lantainya sebelum melangkahkan kaki memasuki kuil pemujaan Dewa Kali itu. Mereka yang masuk mengujar doa di hadapan Shri Maha Wishnu, Siwan Parvathi Nandi, dan enam arca perwujudan para dewa di atas dinding kanan-kiri kuil. Bait-bait pemujaan berbahasa Tamil dilantunkan lamat-lamat.

Kuil Shri Mariamman yang didirikan pada tahun 1884 itu menjadi penanda utama Kampung Madras, sebuah permukiman orang-orang keturunan India selatan di Kota Medan. Gopuram atau menara bertingkat Kuil Shri Mariamman di sudut persimpangan Jalan Zainal Arifin dan Jalan Teuku Umar hadir mencolok di tengah kesibukan dan kemacetan Kota Medan.

Kuil itu adalah tapal sejarah gelombang terbesar kedatangan orang India selatan ke Sumatera. Gelombang kecil orang India selatan datang ke Sumatera demi rempah dan kapur barus, sedangkan gelombang terbesar orang India pada tahun 1880-an didatangkan Kuypers dan Nienhuys sebagai buruh perkebunan.

Keduanya adalah saudagar tembakau Belanda yang mendapat konsesi tanah dari Sultan Mahmud Deli. Mereka saudagar dan pendiri NV Deli Maatschappij yang menguasai hampir seluruh tanah perkebunan tembakau di Kerajaan Deli. ”Saya generasi ketiga dari ribuan orang India yang didatangkan ke perkebunan tembakau terbaik di Deli,” ujar Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia Provinsi Sumut, Narain Sami.

Ada sejumlah kuil yang lebih tua dari Kuil Shri Mariamman Medan. Kuil Shri Mariamman di Langkat berdiri tahun 1876. Namun, upacara Thaipussam di Kuil Shri Mariamman selalu paling ramai. ”Orang Tamil paling takut dengan ancaman mandor perkebunan mencabut hak cuti pada hari Thaipussam jika mereka malas. Para pekerja pilih rajin demi bisa merayakan Thaipussam di Kuil Mariamman Medan,” kata Narain tertawa.

Awalnya, para pekerja itu hanya singgah sepanjang perayaan Thaipussam, tetapi lama-kelamaan makin banyak yang menetap membentuk permukiman. Itulah cikal bakal Kampung Keling yang kini bersalin nama menjadi Kampung Madras.

Kampung itu kini

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang

    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X