Kompas.com - 31/03/2013, 17:23 WIB
EditorAsep Candra

Pembahasan

Saya telah menangani kasus-kasus gangguan panik sejak saya mulai membuka Klinik Psikosomatik di RS OMNI tempat saya bekerja saat ini. Hampir 80 persen kasus yang ditangani oleh kami memang merupakan kasus gangguan psikosomatik dengan dasar gangguan kecemasan panik atau gangguan kecemasan menyeluruh.

Kedua contoh kasus di atas adalah sebagian dari kasus-kasus yang sering kali dialami oleh pasien gangguan panik. Salah satu yang sering ditanyakan meraka adalah apakah sebenarnya keluhan yang mereka alami akan bisa sembuh sempurna. Pasien sering merasa mengapa keluhannya bisa timbul kembali walaupun saran dokter untuk menerapkan pengobatan sampai tuntas telah dilakukan. Gangguan panik adalah gangguan kecemasan yang sering mengalami kekambuhan. Hampir lebih dari 50 persen kasus gangguan cemas panik bisa mengalami keberulangan atau kambuh walaupun diobati secara baik.

Hal ini diakibatkan karena perbedaan faktor struktur dan sistem saraf otak yang berbeda setiap orang. Namun banyak pula yang sembuh sempurna seperti tidak pernah mengalami kondisi panik sama sekali. Kebanyakan keberulangan kasus juga dialami oleh pasien yang memiliki latar belakang kepribadian yang pencemas (termasuk diantaranya kepribadian tipe A, ciri kepribadian obsesif kompulsif).

Saya pernah menulis bahwa salah satu tujuan utama dalam penanganan kasus gangguan panik adalah kemampuan pasien dalam mengendalikan dirinya (self control). Jadi walaupun nanti gejala paniknya datang kembali, pasien mampu untuk dapat mengendalikan dirinya dan melewati kondisi itu dengan baik. Inilah salah satu tujuan terapi selain juga memperbaiki sistem otak pasien dengan menggunakan antidepresan. Pada tujuan akhirnya, pengendalian diri pasien terhadap kondisi tubuh dan pikirannya memegang peranan penting dalam perbaikan gejala gangguan panik.

Salam Sehat Jiwa

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.