Kompas.com - 01/04/2013, 15:50 WIB
EditorAsep Candra

KOMPAS.com - Terlalu banyak makan dan kurang bergerak sering kali disebut sebagai penyebab utama obesitas atau kegemukan. Namun para peneliti mengklaim, obesitas juga dapat disebabkan ketidakseimbangan gas di dalam organ pencernaan.

Sebuah studi baru menemukan, seseorang yang nafasnya yang memiliki konsentrasi tinggi hidrogen dan zat metan lebih besar kemungkinannya memiliki indeks massa tubuh serta persentase lemak tubuh yang lebih tinggi.

Para dokter di Cedars-Sinai Hospital di Los Angeles mengembangkan metode tes nafas untuk mengidentifikasi mikroorganisme dalam lambung. Tes nafas ini dapat memastikan apakah seseorang berpeluang lebih besar mengalami obesitas.

"Ini adalah studi skala besar pertama yang menunjukkan hubungan antara produksi gas dan berat badan. Hasil ini dapat menjadi bukti penting selanjutnya untuk mengerti banyak penyebab obesitas," ujar pemimpin penelitian Ruchi Mathur, direktur Diabetes Outpatient Treatment and Education Centre di Cedars-Sinai.

Studi yang dipublikasi dalam Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism ini menganalisa nafas  792 orang, dan menemukan ada 4 pola atau bentuk nafas. Empat pola tersebut antara lain: nafas normal; konsentrasi metan lebih tinggi; kadar hidrogen lebih tinggi; dan kadar metan dan hidrogen lebih tinggi.

Peserta yang memiliki napas bentuk ke empat yaitu dengan kadar metan dan hidrogen yang lebih tinggi memiliki indeks massa tubuh dan persentase lemak tubuh yang secara signifikan lebih tinggi pula.

Kandungan metan dikaitkan dengan mikroorganisme yang disebut Methanobrevibacter smithii. Mikroorganisme ini paling bertanggungjawab dalam pembentukan gas metan dalam tubuh manusia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam jumlah normal, keberadaan mikroorganisme ini berfungsi untuk membantu konversi makanan menjadi energi. "Namun dalam jumlah yang berlebihan, mikrooganisme ini menciptakan ketidakseimbangan gas dan memicu penambahan berat badan," tutur Mathur.

Sedangkan keberadaan mikroorganisme yang memproduksi hidrogen dalam jumlah normal akan membantu penyerapan nutrisi dari makanan. Namun jika jumlahnya berlebihan, mereka dapat memicu penyerapan kalori berlebihan dari makanan sehingga menyebabkan kegemukan.


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Efek Samping Terlalu Banyak Minum Vitamin Sesuai Jenisnya

Ini Efek Samping Terlalu Banyak Minum Vitamin Sesuai Jenisnya

Health
Hipotermia

Hipotermia

Penyakit
Ini Waktu Terbaik Minum Vitamin Sesuai Jenisnya

Ini Waktu Terbaik Minum Vitamin Sesuai Jenisnya

Health
Kaki Bengkak

Kaki Bengkak

Penyakit
7 Penyebab Kanker Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

7 Penyebab Kanker Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
Perut Terasa Panas

Perut Terasa Panas

Penyakit
Apa Penyebab Terjadinya Tumor Otak?

Apa Penyebab Terjadinya Tumor Otak?

Health
Infeksi Bakteri

Infeksi Bakteri

Penyakit
15 Vitamin dan Mineral untuk Mengurangi Risiko Depresi

15 Vitamin dan Mineral untuk Mengurangi Risiko Depresi

Health
Kulit Mengelupas

Kulit Mengelupas

Penyakit
3 Asam Amino Esensial yang Paling Berperan untuk Pertumbuhan Otot

3 Asam Amino Esensial yang Paling Berperan untuk Pertumbuhan Otot

Health
Lidah Terasa Asam

Lidah Terasa Asam

Penyakit
Apakah Infeksi Menular Seksual Bisa Disembuhkan?

Apakah Infeksi Menular Seksual Bisa Disembuhkan?

Health
Payudara Bengkak

Payudara Bengkak

Penyakit
7 Manfaat Nangka untuk Kesehatan

7 Manfaat Nangka untuk Kesehatan

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.