Kompas.com - 02/04/2013, 19:06 WIB
EditorAsep Candra

KOMPAS.com - Salah satu cara pencegahan infeksi Human Papilloma Virus (HPV) yaitu dengan melakukan vaksinasi. Namun apakah vaksinasi pada kaum wanita dapat dilakukan saat masa kehamilan?

Menurut dokter spesialis kandungan dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Rumah Sakit CiptoMangunkusumo (FKUI/RSCM) Jakarta Laila Nuranna, vaksinasi sebaiknya tidak dilakukan saat hamil. "Vaksinasi ditakutkan akan berpengaruh terhadap kesehatan janin," ujarnya dalam simposium dokter yang diadakan oleh Indonesian Working Group Selasa (2/4/2013) di Jakarta.

Sebaliknya, vaksinasi justru dilakukan sebelum aktif berhubungan seksual. "HPV menular melalui hubungan seksual. Jadi, sebaiknya untuk menghindari infeksi, vaksinasi dilakukan sebelum pernah melakukan hubungan seksual," tutur Laila.

Namun jika sudah terlambat, vaksinasi tetap bisa dilakukan, asalkan tidak sedang dalam program merencanakan kehamilan untuk suntikan pertama dan kedua.

Dokter spesialis penyakit dalam FKUI/RSCM Iris Renggani menyatakan dalam kesempatan yang sama, tahapan vaksinasi HPV terdiri dari 3 kali suntikan, yaitu pada bulan ke-0, 2, dan 6.

"Untuk suntikan pertama dan kedua harus sesuai dengan aturan yaitu selang dua bulan, tapi untuk suntikan ketiga bisa dilakukan setahun kemudian. Di antara suntikan kedua dan ketiga tidak apa-apa jika hamil," papar Iris.

Vaksinasi HPV yang dilakukan setelah melahirkan atau sudah aktif secara seksual, kata Iris, perlu didahului dengan skrining. Skrining dapat dilakukan dengan dua cara yaitu pap smear dan Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) . Skrining bertujuan untuk mendeteksi adanya infeksi virus HPV.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Iris menambahkan, HPV adalah virus yang pintar sehingga tidak dapat terdeteksi oleh sistem imun tubuh. Manfaat vaksinasi HPV adalah untuk membentuk antibodi yang melapisi virus agar tidak dapat masuk ke dalam sel.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

6 Gejala Asam Urat yang Perlu Diwaspadai

6 Gejala Asam Urat yang Perlu Diwaspadai

Health
Penis Bengkak

Penis Bengkak

Penyakit
Mengapa Penderita Diabetes Bisa Mengelamai Penglihatan Kabur?

Mengapa Penderita Diabetes Bisa Mengelamai Penglihatan Kabur?

Health
Fibroadenoma

Fibroadenoma

Penyakit
Mengapa Penderita Diabetes Rawan Terkena Gangren?

Mengapa Penderita Diabetes Rawan Terkena Gangren?

Health
Iritabilitas

Iritabilitas

Penyakit
11 Gejala Diabetes yang Perlu Diwaspadai

11 Gejala Diabetes yang Perlu Diwaspadai

Health
Infeksi Saluran Kemih

Infeksi Saluran Kemih

Penyakit
2 Cara Keliru dalam Membersihkan Telinga

2 Cara Keliru dalam Membersihkan Telinga

Health
Bulimia Nervosa

Bulimia Nervosa

Penyakit
3 Cara Aman Membersihkan Telinga

3 Cara Aman Membersihkan Telinga

Health
Aneurisma Aorta

Aneurisma Aorta

Penyakit
Mengenal Apa Itu Metode ERACS dan Manfaatnya Usai Persalinan

Mengenal Apa Itu Metode ERACS dan Manfaatnya Usai Persalinan

Health
Bisinosis

Bisinosis

Penyakit
Cara Mencegah dan Mengatasi Sakit Leher

Cara Mencegah dan Mengatasi Sakit Leher

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.