Kompas.com - 04/04/2013, 10:14 WIB
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com — Saat kondisi badan mulai terasa tidak enak, banyak orang yang melakukan pencegahan dengan meminum antibiotik supaya tidak telanjur sakit flu. Padahal, sebagian besar antibiotik yang diresepkan untuk mencegah flu atau virus tidak efektif.

Dalam studi yang hasilnya dipublikasikan dalam jurnal Annals of Family Medicine disebutkan, antibiotik tidak banyak berpengaruh dalam mencegah flu.

Penelitian tersebut dilakukan dengan menganalisis rekaman medis lebih dari 814.283 pasien yang menderita flu, laringitis, bronkitis, serta virus lain (ISPA).

Meski antibiotik didesain untuk mengobati infeksi bakteri dan tidak efektif untuk ISPA, sebanyak 65 persen pasien mengatakan mendapat resep antibiotik untuk mencegah infeksi virus berkembang menjadi penyakit yang lebih serius, semisal pneumonia.

Padahal, kekhawatiran akan bertambah parahnya penyakit tersebut ternyata tak terbukti. Bahkan, cukup banyak pasien yang mengeluhkan efek samping dari konsumsi antibiotik.

Menurut penelitian, ternyata dari pasien yang mendapat antibiotik untuk pencegahan, hanya 1 dari 12.255 pasien yang berhasil dicegah penyakit pneumonia-nya.

"Makin banyak antibotik yang diminum, makin cepat bakteri di sekitar kita yang jadi kebal. Ini berarti, jika di kemudian hari kita sakit, besar kemungkinan penyakit itu tak akan sembuh oleh antibiotik," kata Sharon Meropol, asisten profesor epidemiologi dari Case Western Reserve University School of Medicine yang melakukan riset ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meski begitu, kita tak perlu memusuhi antibiotik. Pada penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri, antibiotik akan mempercepat proses kesembuhan.

"Jika dokter Anda menyarankan antibiotik sebagai pencegahan flu, sebaiknya tanyakan alasannya dan apakah memang diperlukan," kata Robert Klein, kepala divisi penyakit infeksi dari St.Luke's dan Roosevelt Hospitals.

Bila alasan untuk mengonsumsi antibiotik kuat, pastikan Anda mengikuti instruksi minum obat yang benar untuk memaksimalkan efektivitas obat. Kesehatan Anda bergantung pada hal tersebut.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apakah Penyakit Tipes Bisa Menyebabkan Kematian?

Apakah Penyakit Tipes Bisa Menyebabkan Kematian?

Health
Enteritis

Enteritis

Penyakit
9 Penyebab Infeksi Liver yang Perlu Diwaspadai

9 Penyebab Infeksi Liver yang Perlu Diwaspadai

Health
Mengi

Mengi

Penyakit
Berapa Kadar Kolesterol Normal Berdasarkan Usia?

Berapa Kadar Kolesterol Normal Berdasarkan Usia?

Health
Alkalosis

Alkalosis

Penyakit
Tak Bisa Disepelekan, Kenali Penyebab Batuk Kering pada Anak

Tak Bisa Disepelekan, Kenali Penyebab Batuk Kering pada Anak

Health
Apakah Masturbasi Memengaruhi Siklus Haid?

Apakah Masturbasi Memengaruhi Siklus Haid?

Health
Fisura Ani

Fisura Ani

Penyakit
Bahaya Tekanan Darah Tinggi dan Cara Mencegahnya

Bahaya Tekanan Darah Tinggi dan Cara Mencegahnya

Health
Perimenopause

Perimenopause

Penyakit
Cara Mengatasi Ruam karena Pemakaian Popok Dewasa

Cara Mengatasi Ruam karena Pemakaian Popok Dewasa

Health
Gangguan Depersonalisasi-Derealisasi (DPDR)

Gangguan Depersonalisasi-Derealisasi (DPDR)

Penyakit
Cara Mengatasi Kaki Bengkak selama Kehamilan

Cara Mengatasi Kaki Bengkak selama Kehamilan

Health
Angiosarkoma

Angiosarkoma

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.