Kompas.com - 15/04/2013, 08:58 WIB
EditorAsep Candra

TANYA : 

Dok, kenapa gigi tambalan sementara saya sakit?  Ada rasa nyeri kalau ditekan atau jika dipakai untuk mengunyah atau makan, sehingga saya pakai gigi sebelahnya untuk mengunyah dan makan. Kalau sedang tidak makan atau tidak ditekan cuma terasa gak nyaman aja dan agak gatal. Kejadian ini semenjak tambalan gigi sementara yang keduakali nya. Setelah itu saya ceritakan ke dokter giginya, diperiksa dan di tes gigi saya di ketok-ketok untuk memastikan sakit atau tidaknya, setelah itu gigi saya ditambal lagi yang ketigakalinya. Dokter berkata, "lihat perkembangannya seminggu kemudian". Sampai sekarang, gigi tambalan sementara saya masih nyeri sakit kalau ditekan atau untuk mengunyah /makan, kalau didiamkan terasa gak nyaman dan agak terasa gatal.mohon penjelasannya dok. Terima kasih. 

(Stevie, 24 tahun, Jakarta)

JAWAB :

Stevie yang baik,

Tambalan sementara yang terasa sakit seperti yang anda ceritakan, yaitu ada rasa nyeri ketika ditekan dan pada saat mengunyah makanan disebabkan karena adanya kelainan pada jaringan pendukung pada ujung akar gigi anda, atau biasa disebut dengan kelainan periapeks gigi.

Awal perjalanan kelainan periapeks ini diawali oleh gigi yang berlubang, yang didiamkan saja dan lama-kelamaan bakteri akan menyerang ruang pada gigi yang berisi saraf dan pembuluh darah. Gejala yang timbul pada tahap ini adalah sakit tanpa ada rangsang (sakit spontan) dan berdenyut terus-menerus. Biasanya jika rasa sakit ini bisa ditahan oleh pasien, atau dibantu dengan minum obat anti rasa sakit, maka rasa sakit akan hilang sementara dan pasien tidak akan mencari pertolongan ke Dokter Gigi.

Akibatnya, jika didiamkan kembali dan tidak mendapatkan perawatan adalah bakteri akan terus melepaskan toksin-nya hingga menjalar ke bagian ujung akar gigi. Sebagai proses pertahanan tubuh dari pasien terhadap toksin bakteri, maka di bagian ujung akar tersebut akan terbentuk reaksi peradangan berupa abses, granuloma, atau bahkan kista pada bagian ujung akar gigi. Pada tahap ini, gejala yang dirasakan pasien adalah rasa sakit jika gigi ditekan atau dipakai mengunyah, terkadang timbul bengkak kecil di bagian gusi dekat akar gigi tersebut.

gigiilustrasi

Gambar. (Kiri) Anatomi gigi normal, (Kanan) Anatomi gigi yang terinfeksi dan menimbulkan kelainan pada jaringan di ujung akar gigi.

Perawatan yang diperlukan pada kasus kelainan periapeks gigi adalah perawatan saluran akar gigi. Perawatan ini diawali dengan membuka akses dari mahkota gigi yang sudah berlubang tadi, menuju ke ruang gigi yang berisi saraf dan pembuluh darah. Setelah itu saraf dan pembuluh darah yang sudah terinfeksi tersebut diambil, kemudian dilanjutkan dengan membersihkan saluran akar gigi. Kemudian dilakukan pemberian obat di dalam saluran akar hingga mencapai bagian ujung akar gigi untuk menyembuhkan peradangan di ujung akar gigi tersebut. Ketika seluruh keluhan sudah tidak ada, baru bisa dilakukan pengisian saluran akar menggunakan bahan pengisi saluran akar (gutaperca), setelah itu dilakukan pembuatan mahkota gigi dan pemasangan pasak gigi jika diperlukan.

gigi2
Gambar. Tahapan perawatan saluran akar gigi.

Kunjungan yang diperlukan pada kasus kelaianan periapeks gigi bervariasi, tergantung tingkat keparahan dan faktor penyulit lainnya. Perawatan ini biasanya memerlukan 3-4 kali kunjungan, dan umumnya pada kunjungan kedua, keluhan rasa sakit pada saat ditekan sudah berkurang.

Halaman:

Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.