Kompas.com - 16/04/2013, 15:45 WIB
EditorLusia Kus Anna

Kompas.com - Orang dengan gangguan pembesaran prostat mungkin akan mendapat opsi baru untuk mengatasi gangguan tersebut. Sebuah studi baru menunjukkan, menghalangi aliran darah ke prostat sementara waktu dapat lebih efektif daripada pembedahan.

Pembesaran prostat memang belum diketahui penyebabnya, namun faktanya seiring bertambahnya usia, risiko terkena penyakit ini juga semakin bertambah. Beberapa peneliti percaya bahwa fluktuasi kadar testosteron bisa jadi salah satu faktor pemicunya.

Pembedahan selama ini menjadi cara yang paling efektif untuk mengatasi gangguan pembesaran prostat akut. Namun pembedahan juga memiliki risiko yang tidak kecil. Untuk itu para peneliti berusaha mencari solusi untuk pembesaran prostat tanpa harus memerlukan pembedahan.

Ketua studi dr. Sandeep Bagla mengatakan pembesaran prostat juga dapat diatasi dengan menahan aliran darah sementara ke prostat. Metode ini disebut prostatic artery embolization (PAE). Prosesnya dimulai dari memasukan kateter ke dalam kaki pasien yang kemudian dialirkan ke pembuluh darah arteri yang menuju prostat. Kateter kemudian menyembulkan semacam penghalang aliran darah di arteri, sehingga dapat menghalangi aliran darah menuju prostat untuk sementara.

Para peneliti merencanakan untuk melakukan prosedur ini pada paling tidak pada 30 pasien, meskipun akhirnya baru 18 pasien yang dilibatkan. Studi ini dipresentasikan dalam konferensi Monday's Society of Interventional Radiology.

Bagla dan timnya memastikan metode ini memiliki risiko yang lebih kecil daripada pembedahan. Namun juga memiliki hasil yang  dramatis dalam mengatasi pembesaran prostat.

"Pasien yang belum pernah melakukan pembedahan atau perlakuan dengan laser mendapat manfaat dari metode ini," ujar Bagla.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bagla menambahkan, metode ini juga tidak meletakkan kateter pada penis, sehingga tidak ada risiko pengecilan uretra dan pendarahan.

Selain pembedahan, obat-obatan menjadi pilihan bagi pasien dengan gejala yang tidak terlalu berat. Alpha 1-blocker yang digunakan bagi mereka penderita tekanan darah tinggi juga dapat memperbaiki aliran urin. Kendati obat-obatan membutuhkan waktu lebih dari tiga bulan untuk menunjukkan efek.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hemangioma

Hemangioma

Penyakit
2 Penyebab Abses Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

2 Penyebab Abses Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
Displasia Fibrosa

Displasia Fibrosa

Penyakit
10 Tanda Infeksi Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

10 Tanda Infeksi Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
5 Makanan Ini Bantu Anda Cepat Sembuh dari Flu

5 Makanan Ini Bantu Anda Cepat Sembuh dari Flu

Health
13 Penyebab Kenapa Ada Benjolan di Leher

13 Penyebab Kenapa Ada Benjolan di Leher

Health
16 Penyebab Anus Sakit dan Cara Mengobatinya

16 Penyebab Anus Sakit dan Cara Mengobatinya

Health
Klamidia

Klamidia

Penyakit
5 Makanan yang Baik Dikonsumsi Setelah Sunat Agar Luka Cepat Kering

5 Makanan yang Baik Dikonsumsi Setelah Sunat Agar Luka Cepat Kering

Health
Kram Mesntruasi

Kram Mesntruasi

Penyakit
10 Gejala Abses Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

10 Gejala Abses Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
Sindrom Tourette

Sindrom Tourette

Penyakit
6 Cara Mengatasi Postnasal Drip Sesuai Peyebabnya

6 Cara Mengatasi Postnasal Drip Sesuai Peyebabnya

Health
Babesiosis

Babesiosis

Penyakit
6 Penyebab Batuk Setelah Makan yang Perlu Diwaspadai

6 Penyebab Batuk Setelah Makan yang Perlu Diwaspadai

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.