Kompas.com - 16/04/2013, 22:39 WIB
EditorAsep Candra

KOMPAS.com — Jika Anda ingin sehat, janganlah sering-sering menyantap hidangan western style. Menu makanan yang kaya gula dan garam, seperti kentang goreng, hamburger, dan minuman cola, merupakan salah satu contoh hidangan western style.

Hidangan gaya barat ini juga memilki kandungan lemak dan kalori yang tinggi. Dalam hamburger seberat 105 gram, misalnya, terdapat sekitar 426 kalori. Jadi, dapat dibayangkan bila keranjingan makanan junk food ini Anda akan rentan menderita penyakit degeneratif, seperti diabetes, jantung, atau stroke.

Studi yang dilakukan terhadap ribuan pria dan wanita berkebangsaan Inggris membuktikan, hidangan western style dapat mengakibatkan penurunan fisik dan kognitif. Penelitian ini juga menemukan fakta bahwa makanan gaya western style membuat orang jadi lebih cepat tua dan mati lebih cepat.

“Kami ingin membandingkan penuaan responden yang mengikuti Alternative Healthy Eating Index (AHEI) dan tidak, setelah usia 16 tahun,” kata Tasnime Akbaraly, peneliti dari Department of Epidemiology and Public Health di University College London.

Penelitian yang berlangsung 16 tahun ini diikuti 5.350 pria dan wanita, dengan rata-rata usia 51 tahun. Setiap lima tahun para peneliti mengumpulkan data dari para responden, termasuk kebiasaan makan, catatan rumah sakit, dan kematian.

Tim peneliti membagi data hasil riset tersebut menjadi lima kategori. Kategori pertama adalah mereka yang mengalami penuaan ideal sebesar 4 persen. Responden pada kategori ini terbebas dari penyakit kronis dan berpenampilan baik secara fisik, mental, dan kognitif. Kategori selanjutnya adalah menderita penyakit nonfatal kardiovaskular sebesar 12,7 persen, meninggal karena penyakit kardiovaskular mendapat porsi 2,8 persen, meninggal karena penyakit nonkardiovaskular sebesar 7,3 persen, dan mengalami penuaan normal 73,2 persen.

Dari penelitian ini disimpulkan, responden yang tidak melaksanakan AHEI berpeluang lebih besar menderita penyakit kardiovaskular maupun nonkardiovaskular. Sementara yang rutin mengonsumsi hidangan western style berpeluang lebih kecil mengalami penuaan ideal.

“Mengikuti anjuran pola makan spesifik seperti AHEI meningkatkan peluang untuk tetap sehat dan bebas penyakit kronis saat usia lanjut," kata Akbaraly.

AHEI adalah pola makan yang diperkenalkan Harvard Medical School. Pola ini mensyaratkan setengah piring makan diisi sayur dan buah, mengonsumsi susu rendah lemak, menghitung jumlah asupan garam, dan rajin minum air putih. Pola makan sehat ini akan mengurangi asupan lemak, kolesterol, dan garam ke dalam tubuh. Hasilnya, lemak, kolesterol, dan garam tidak menghambat aliran darah di pembuluh yang menjadi sebab utama penyakit tekanan darah tinggi dan penyakit degeneratif lainnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.