Kompas.com - 20/04/2013, 14:19 WIB
|
EditorAgus Mulyadi

SURABAYA, KOMPAS.com — Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini membuka pencanangan gebyar Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 2013 di seluruh kecamatan di Kota Surabaya, Sabtu (20/4/2013).

Pencanangan gebyar PSN 2013 itu dihadiri lurah, rukun tetangga, rukun warga, pegawai puskemas, Lembaga Ketahanan Masyarakat Kelurahan, siswa pemantau jentik (wamantik), guru pemantau jentik (rumantik), serta ibu pemantau jentik (bumantik).

Risma mengingatkan bahwa penyakit demam berdarah (DB) masih menjadi ancaman membahayakan bagi warga Kota Surabaya. Karena itu, warga diminta waspada dan bersatu padu melakukan gerakan bersama pemberantasan sarang nyamuk.

"Kita harus bersatu padu. Ini tidak bisa dilakukan orang per orang. Saya mohon lurah dan LKMK agar memotivasi warganya. Kita harus mengantisipasi karena DB tidak memandang kaya atau miskin. Semua bisa kena kalau tidak waspada. Sudah banyak korban yang mestinya tidak perlu karena kita bisa mencegah," katanya.

Risma mengimbau semua elemen masyarakat untuk waspada. Tidak hanya di lingkungan rumah tangga, tetapi juga di sekolah, pasar, mal, kantor-kantor, dan juga tempat-tempat pelayanan umum, seperti di stasiun dan terminal termasuk hotel dan restoran.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya Febria Rachmanita mengatakan, pihaknya siap menampung laporan warga terkait ancaman DB dan akan langsung meresponnya. Pihaknya selama ini telah melakukan sejumlah upaya, di antaranya dengan mengaktifkan keberadaan puskesmas dengan melakukan pemeriksaan dini pada pasien tersangka DB.

"Ada posko 24 jam yang menampung seluruh keluhan masyarakat sehingga langsung bisa ditangani. Kita juga melakukan penyuluhan di masyarakat dan posyandu serta mengaktifkan wamantik, rumantik, serta menggiatkan bumantik," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Camat Rungkut, Ridwan, mengatakan, pencanangan PSN 2013 ini merupakan kelanjutan dari program yang selama ini sudah dilaksakanan. Menurut dia, selama ini, warga di kecamatannya, melalui bumantik, aktif melakukan tindakan pencegahan DB.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pika

Pika

Penyakit
Mengenal Prosedur Cuci Darah untuk Pasien Gagal Ginjal

Mengenal Prosedur Cuci Darah untuk Pasien Gagal Ginjal

Health
Hiperkalemia

Hiperkalemia

Penyakit
Selin Mual dan Muntah, Ini 4 Tanda Awal Kehamilan

Selin Mual dan Muntah, Ini 4 Tanda Awal Kehamilan

Health
Sindrom Albright

Sindrom Albright

Health
4 Hal yang Harus Dilakukan saat Orang Terdekat Mengalami Depresi

4 Hal yang Harus Dilakukan saat Orang Terdekat Mengalami Depresi

Health
13 Penyebab Menstruasi Tidak Teratur, Tidak Bisa Disepelekan

13 Penyebab Menstruasi Tidak Teratur, Tidak Bisa Disepelekan

Health
Fibroid Rahim

Fibroid Rahim

Penyakit
4 Cara Meningkatkan Hemoglobin dalam Darah

4 Cara Meningkatkan Hemoglobin dalam Darah

Health
Nyeri Panggul

Nyeri Panggul

Penyakit
7 Cara Mengobati Prostatitis dengan Obat, Perawatan Medis, dan Alami

7 Cara Mengobati Prostatitis dengan Obat, Perawatan Medis, dan Alami

Health
Nyeri Dada

Nyeri Dada

Penyakit
17 Penyebab Sel Darah Putih Tinggi, Bisa Tanda Infeksi sampai Kanker

17 Penyebab Sel Darah Putih Tinggi, Bisa Tanda Infeksi sampai Kanker

Health
Hernia Hiatus

Hernia Hiatus

Penyakit
Mual Muntah Tanda Kehamilan, Apakah Bisa Jadi Berbahaya?

Mual Muntah Tanda Kehamilan, Apakah Bisa Jadi Berbahaya?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.