Kompas.com - 25/04/2013, 07:52 WIB
EditorAsep Candra

TANYA :

Dokter,  ibu saya terkena diabetes mellitus (DM). Katanya, penyakit itu bisa menurun ke anaknnya. Bagaimana mekanismenya diabetes keturunan itu Dok? Kemarin saya coba tes gula ada 147,apakah itu termasuk gejala atau normal, dan berapakah normalnya? Apa yang harus saya lakukan supaya saya tidak terkena penyakit DM.  Mohon penjelasannya Dok..Terima kasih

(Maya , 24, Semarang)


JAWAB :

Saudari Maya yang terhormat di Semarang

Faktor turunan (genetik) memang mempunyai peranan penting terhadap berkembangnya penyakit diabetes pada seseorang. Bagaimana mekanisme kerja faktor genetik ini pada penyakit diabetes sangat rumit, dan sampai sekarang masih sedikit yang sudah diketahui oleh para ahli.

Disamping faktor turunan, ternyata faktor lingkungan juga sangat menentukan seseorang akan menderita diabetes atau tidak. Faktor lingkungan itu bisa berupa kegemukan (obesitas), pola makan tidak sehat--makan berlebihan, makanan banyak mengandung karbohidrat olahan, mengkonsumsi gula berlebihan, lemak, kurang mengkonsumsi makanan berserat seperti sayuran, buah-buahan--gaya hidup santai-- olahraga kurang, banyak duduk, aktifitas fisik kurang-- dan sebagainya

Jadi, bila seseorang, misalnya Anda sendiri mempunyai seorang Ibu menderita diabetes, Anda memang mempunyai kemungkinan lebih besar menderita diabetes dibandingkan dengan orang lain yang ke dua orang tuanya normal, apalagi kalau ke dua orang tua Anda penyandang diabetes, kemungkinan itu jadi lebih besar lagi. Tetapi, walaupun orang tua Anda penyandang diabetes, tidak berarti Anda serta-merta juga akan mengalami penyakit yang sama, faktor lingkungan itu juga akan sangat menentukan. Tidak semua anak yang orang tuanya menderita diabetes adalah penyandang diabetes juga di kemudian hari.

Ada penulis menggambarkan potensi faktor genetik (turunan) itu ibaratkan sebatang lilin yang selalu bersama Anda. Lilin itu baru akan menyala bila ada yang memantikkan api ke sumbunya. Pemantiknya ini, pada penyakit diabetes itu adalah faktor lingkungan tadi (kegemukan, pola makan tidak sehat, gaya hidup santai, dll)

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Oleh karena itu, bila faktor lingkungan tidak mendukung, kemungkinan berkembangnya diabetes itu menjadi kecil. Bila Anda dapat mengontrol faktor lingkungan itu dengan baik, kemungkinan Anda menderita diabetes kecil.

Kemudian, sehubungan pemeriksaan kadar gula darah Anda yang nilainya mencapai 146 mg/dl, saya sebenarnya ingin tahu, apakah ini hasil pemeriksaan gula darah puasa, 2 jam setelah pembebanan (makan) atau sewaktu? Ok, karena tidak ada informasi mengenai itu, saya anggap ini kadar gula darah sewaktu. Bila ini benar, Anda memang belum bisa didiagnosis sebagai penyandang diabetes, tetapi Anda sudah termasuk dalam kategori Prediabetes. Bila Anda tidak melakukan perubahan gaya hidup yang sehat, kemungkinan besar dalam 5-10 tahun yang akan datang Anda dapat terkena diabetes

Lalu, apa yang harus anda lakukan untuk mencegahnya? Yang jelas, orang tua tidak dapat Anda pilih, Anda tidak dapat melakukan apa-apa dalam hal ini. Namun, faktor lingkungan, seperti kegemukan, gaya hidup santai, kebiasaan pola makan yang tidak sehati dapat anda modifikasi, dibawah kendali Anda. Jadi bila berat badan Anda termasuk obes, overweight, usahakan untuk menurunkan berat badan Anda, kalau bisa mencapai berat badan normal. Penurunan berat badan 7-10% saja dari bedan semula dapat mengurangi risiko Anda terkena diabetes.

Berusahalah untuk lebih aktif, lakukan olahraga ringan seperti jogging, renang, sepeda paling tidak 30-40 menit, minimal 5 kali dalam satu minggu. Mengurangi kebiasaan duduk yang lama di depan TV, apalagi sambil duduk Anda juga ngemil, dapat membantu meurunkan risiko diabetes. Mengurangi porsi makan, memilih makanan yang sehat, banyak makan sayur, makanan berserat, makan sedikit, tapi lebih sering, membantu Anda mengurangi risiko diabetes. Berhenti merokok, mengontrol tekanan darah, bila tekanan darah Anda tinggi juga bermanfaat memperkecil kemungkinan Anda menjadi penyandang diabetes kelak.

Demikian, bila masih ada pertanyaan, silakan diajukan lagi, dan saran saya, sebaiknya Anda konsultasi lebih lanjut dengan dokter ahli penyakit dalam setempat. Terimakasih, semoga bermanfaat.

Wassalam!

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Psikopat

Psikopat

Penyakit
7 Makanan untuk Mencegah Osteoporosis

7 Makanan untuk Mencegah Osteoporosis

Health
Midriasis

Midriasis

Penyakit
13 Penyebab Kelemahan Otot yang Perlu Diwaspadai

13 Penyebab Kelemahan Otot yang Perlu Diwaspadai

Health
Fibromyalgia

Fibromyalgia

Health
3 Jenis Anemia yang Umum Terjadi pada Ibu Hamil

3 Jenis Anemia yang Umum Terjadi pada Ibu Hamil

Health
Hepatitis B

Hepatitis B

Penyakit
4 Penyebab Eksim yang Perlu Diwaspadai

4 Penyebab Eksim yang Perlu Diwaspadai

Health
Perikarditis

Perikarditis

Penyakit
3 Jenis Makanan Tinggi Kolesterol yang Tetap Baik Dikonsumsi

3 Jenis Makanan Tinggi Kolesterol yang Tetap Baik Dikonsumsi

Health
Kusta

Kusta

Penyakit
11 Penyebab Pendarahan saat Melahirkan

11 Penyebab Pendarahan saat Melahirkan

Health
Osteoporosis

Osteoporosis

Penyakit
10 Penyebab Darah dalam Urine yang Perlu Diwaspadai

10 Penyebab Darah dalam Urine yang Perlu Diwaspadai

Health
Ulkus Kornea

Ulkus Kornea

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.