Kompas.com - 03/05/2013, 17:33 WIB
EditorLusia Kus Anna

Kompas.com - Penyakit diabetes melitus memerlukan penanganan yang tepat untuk mencegah timbulnya komplikasi. Karena itu pasien diabetes diharapkan teratur memeriksakan diri demi mengontrol penyakitnya. Di tingkat layanan primer, selain di puskesmas pasien juga bisa memeriksakan penyakitnya ke pusat pembinaan terpadu (pusbindu).

Pusbindu dikelola masyarakat dengan kader yang sudah dilatih dokter. "Pusbindu ini mirip posyandu, fungsinya lebih kepada kontrol usai pengobatan," kata Direktur Penyakit Tidak Menular Dirjen P2PL Kementrian Kesehatan RI, Dr.Ekowati Rahajeng, SKM, M.Kes pada media briefing Partneship for Diabetes Control in Indonesia, Jumat (3/5).

Pelayanan yang bisa didapatkan pasien di pusbindu antara lain pengecekan kadar gula dan tekanan darah. 

Saat ini ada sekitar 5000 pusbindu di seluruh Indonesia. Keberadaan pusbindu diklaim mulai menunjukkan hasil. Menurut data Kementrian Kesehatan saat ini mulai terjadi penurunan tingkat penderita kolesterol tinggi pada 2006 yang mencapai 2,6 persen dari seluruh penduduk Indonesia. dari sebelumnya 7,6 persen pada 2001.

"Kita mentargetkan untuk tahun ini ada 25 ribu kader yang bisa dilatih. Keberadaan pusbindu penting sebagai upaya mawas diri dari penyakit diabetes," ujar Eko.

Pentingnya pusbindu juga ditekankan Ketua Pengurus Besar Perhimpunan Endokrinologi Indonesia (PB-Perkeni), Prof.Dr.dr.Pradana Soewondo, SpPD-KEMD. "Terutama untuk cek teratur dan konseling faktor risiko diabetes," ujarnya.

Keberadaan pusbindu semakin penting mengingat banyak pasien yang masih malas memeriksakan diri. Pradana mengatakan 52,2 persen penderita PTM tidak pernah melakukan cek kesehatan, 51,3 persen tidak pernah mengecek tekanan darah, dan 88,8 persen tidak pernah memeriksakan kadar glukosanya.

Keberadaan pusbindu diharapkan memotivasi masyarakat untuk rutin memeriksakan kesehatan karena lokasinya yang berada di tengah-tengah masyarakat. Pradana berharap jumlah pusbindu bisa terus ditambah. "Kita berkaca pada posyandu. Saat ini jumlahnya mencapai 220 ribu dan berjasa ikut menurunkan angka kematian bayi. Sebaiknya pusbindu menirunya," kata Pradana.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.