Kompas.com - 05/05/2013, 21:53 WIB
EditorAsep Candra

KOMPAS.com — Mendengkur telah lama dikaitkan dengan banyak penyakit jantung, pembuluh darah, dan stroke. Kini, sekelompok peneliti dari Korea mencoba melihat hubungan antara ngorok, sleep apnea, dengan risiko stroke dan demensia lewat pengamatan pada perubahan substansia alba otak.

Suara dengkuran selama ini dianggap sebagai suara yang mengganggu. Namun, kenyataannya, ngorok bisa menjadi suatu tanda yang membahayakan. Bahaya tersebut adalah sebuah penyakit tidur bernama sleep apnea.

Sleep apnea artinya henti napas saat tidur yang mempunyai dua gejala utama, yaitu mendengkur dan kantuk berlebihan di siang hari. Pada saat tidur, penderitanya mengalami penyempitan saluran napas hingga mengganggu aliran udara. Bahkan, walau gerak napas tetap ada, aliran udara terputus seolah tercekik dalam tidur. Akibat sesak, penderita akan terbangun singkat untuk bernapas. Namun, ia tak akan sadar jika sepanjang malam terbangun-bangun dari tidur.

Kadar oksigen pada tubuh akan turun dan naik selama tidur. Aktivitas simpatis juga meningkatkan kekentalan darah dan merusak dinding pembuluh darah. Kedua mekanisme ini yang diduga mengakibatkan perubahan pada struktur substansia alba di otak.

Penelitian

Penelitian yang diterbitkan pada jurnal kedokteran tidur SLEEP ini ingin melihat hubungan derajat keparahan mendengkur dengan perubahan pada struktur white matter/substansia alba otak. Perubahan pada substansia alba dikaitkan dengan berkembangnya stroke dan demensia.

Sebanyak 503 orang peserta diperiksa di laboratorium tidur untuk mengetahui derajat keparahan dengkuran/sleep apnea-nya. Para peserta, dengan berbagai derajat keparahan sleep apnea ini, diperiksa struktur otaknya dengan menggunakan magnetic resonance imaging (MRI).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Keparahan sleep apnea dilihat dari indeks henti napas per jam apnea hypopnea index (AHI). AHI kurang dari lima dinyatakan normal, tak menderita sleep apnea. AHI 5-15 kali per jam merupakan sleep apnea ringan. AHI 16-30 sleep apnea sedang dan AHI lebih dari 30 kali per jam adalah sleep apnea yang berat.

Hasilnya, pendengkur dengan sleep apnea sedang dan berat mempunyai risiko dua kali lipat untuk alami perubahan pada substansia alba-nya. Artinya, pendengkur, jika menderita sleep apnea sedang-berat, punya risiko dua kali lipat untuk menderita stroke atau demensia.

"Sleep apnea" dan stroke

Halaman:

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jari Tangan Kaku

Jari Tangan Kaku

Penyakit
Ini Efek Samping Terlalu Banyak Minum Vitamin Sesuai Jenisnya

Ini Efek Samping Terlalu Banyak Minum Vitamin Sesuai Jenisnya

Health
Hipotermia

Hipotermia

Penyakit
Ini Waktu Terbaik Minum Vitamin Sesuai Jenisnya

Ini Waktu Terbaik Minum Vitamin Sesuai Jenisnya

Health
Kaki Bengkak

Kaki Bengkak

Penyakit
7 Penyebab Kanker Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

7 Penyebab Kanker Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
Perut Terasa Panas

Perut Terasa Panas

Penyakit
Apa Penyebab Terjadinya Tumor Otak?

Apa Penyebab Terjadinya Tumor Otak?

Health
Infeksi Bakteri

Infeksi Bakteri

Penyakit
15 Vitamin dan Mineral untuk Mengurangi Risiko Depresi

15 Vitamin dan Mineral untuk Mengurangi Risiko Depresi

Health
Kulit Mengelupas

Kulit Mengelupas

Penyakit
3 Asam Amino Esensial yang Paling Berperan untuk Pertumbuhan Otot

3 Asam Amino Esensial yang Paling Berperan untuk Pertumbuhan Otot

Health
Lidah Terasa Asam

Lidah Terasa Asam

Penyakit
Apakah Infeksi Menular Seksual Bisa Disembuhkan?

Apakah Infeksi Menular Seksual Bisa Disembuhkan?

Health
Payudara Bengkak

Payudara Bengkak

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.