Karies Gigi Bisa Sebabkan Penyakit Serius

Kompas.com - 07/05/2013, 03:55 WIB
Editor

Jakarta, Kompas - Karies gigi yang tidak ditangani dengan baik bisa menimbulkan infeksi yang menyebabkan penyakit lebih serius. Menyikat gigi setelah makan disarankan untuk menghindari karies gigi.

Hal itu dikatakan Ketua Ikatan Dokter Gigi Anak Indonesia Syarif Hidayat, Senin (6/5), di Jakarta. Bakteri dari infeksi, demikian Syarif, dapat masuk ke peredaran darah dan berhenti di sejumlah organ tubuh dan mengakibatkan peradangan.

Bakteri yang berhenti di jantung menimbulkan peradangan otot jantung. Pada ibu hamil karies gigi dapat mengakibatkan kelahiran prematur.

Syarif mengatakan, idealnya menyikat gigi dilakukan dua kali sehari, setelah sarapan dan malam hari menjelang tidur. Pada malam hari, aktivitas mulut berkurang. Produksi air liur berkurang. Hal ini mengakibatkan jumlah bakteri di dalam mulut meningkat dua kali lipat.

”Sisa makanan difermentasi oleh bakteri menjadi asam. Asam ini berbahaya karena melarutkan mineral gigi sehingga mengakibatkan karies,” katanya.

Berdasar penelitian Fakultas Kesehatan Gigi Universitas Indonesia bekerja sama dengan PT Unilever Indonesia pada Januari 2013, masih banyak orang tidak menyikat gigi menjelang tidur.

Menurut Professional Relationship Manager Oral Care PT Unilever Indonesia Ratu Mirah Afifah, telah dilakukan survei online di Perancis, India, Italia, dan Indonesia, melibatkan 1.634 responden anak dan orangtua. Hasilnya, 71 persen orangtua dan 74 persen anak tidak sikat gigi pada malam hari.

”Di Indonesia angkanya lebih tinggi, 79 persen orangtua dan 85 persen anak tidak menyikat gigi sebelum tidur,” kata Ratu.

Berdasarkan riset Kesehatan Dasar tahun 2007, proporsi masyarakat yang menyikat gigi dua kali sehari saat mandi pagi dan sore 90,7 persen. Yang menyikat gigi di saat yang tepat, setelah sarapan pagi hanya 12,6 persen dan malam sebelum tidur hanya 28,7 persen.

Menurut Ratu, peran orangtua sangat penting untuk menumbuhkan kebiasaan menyikat gigi menjelang tidur. ”Cara untuk mengajarkan kebiasaan yang baik adalah tell (jelaskan), show (contohkan), dan do (lakukan),” kata Ratu.

Psikolog anak dan remaja Vera Itibiliana Hadiwidjojo mengatakan, ibu berperan besar dalam mengajarkan kebiasaan baik kepada anak. Hal ini antara lain karena ada ikatan emosional yang terbentuk sejak anak dalam kandungan.

”Upayakan agar aktivitas menyikat gigi menjadi aktivitas yang menyenangkan,” katanya. (DOE)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.