Kompas.com - 08/05/2013, 12:45 WIB
EditorLusia Kus Anna

Kompas.com - Hampir kebanyakan rumahtangga menyiapakan dua menu yang berbeda, satu untuk orang dewasa dan satu menu untuk anak-anak. Padahal menurut studi terbaru, anak yang mengasup menu yang sama dengan orangtuanya punya pola makan lebih sehat.

Mengasup makanan orangtua dinilai sebagai faktor penting dalam menentukan apakah pola makan anak akan sehat. Pola makan sehat yang dimaksud antara lain, apakah mereka terbiasa ngemil di antara waktu makan, melewatkan sarapan, senang makan sayur, atau makan di depan televisi.

"Menawarkan anak menu yang terpisah di waktu makan besar bisa menyebabkan anak kekurangan nutrisi tertentu. Misalnya saja jika sayuran tak diberikan," kata Valeria Skafida, peneliti dari University of Edinburgh's Center for Research for Families and Relationship.

Dalam konteks keluarga Indonesia, tentu saja menu makanan orangtua yang cenderung pedas harus dihindari. Selain itu sebaiknya menu makanan tidak mengandung terlalu banyak gula, garam, dan lemak.

Penelitian yang dilakukan Skafida itu menganalisa pola makan 2.200 anak berusia 5 tahun di Inggris. Ternyata, kebanyakan anak-anak tersebut mengonsumsi makanan seperti pizza dan keripik, yang sudah jelas padat kalori tapi minim gizi.

Anak pertama umumnya punya pola makan lebih sehat dibanding dengan saudara-saudara mereka. Selain itu, seperempat keluarga yang disurvei mengatakan mereka jarang menikmati kegiatan makan bersama, bahkan bercakap-cakap saat makan.

Karena faktor kesibukan, kebanyakan orangtua makan dalam waktu yang terpisah dengan anaknya. Menurut Skafida, sebenarnya tak masalah makan dalam waktu yang berbeda, asalkan menu makanannya sama.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Makan menu yang sama lebih penting daripada makan bersama," katanya.

Menurut Dr.Colin Michie, pakar nutrisi anak, ada kaitan antara makan dengan menu yang terpisah dan kekurangan vitamin tertentu pada anak.

"Kebiasaan makan bersama, seperti orang Perancis, akan mengurangi kemungkinan anak memanipulasi orangtua dengan makanan," katanya.

Ia menambahkan, mengarahkan pola makan anak sedini mungkin berdampak besar dalam mencegah anak susah makan dan suka jajan. Selain itu, jenis makanan yang diberikan orangtua kepada anak mereka berpengaruh pada berat badan dan status kesehatan mereka di masa depan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Scleroderma

Scleroderma

Penyakit
Warna Tinja Tunjukkan Kondisi Kesehatan, Kenali Artinya

Warna Tinja Tunjukkan Kondisi Kesehatan, Kenali Artinya

Health
Spondylolisthesis

Spondylolisthesis

Penyakit
5 Beda LPR dan GERD yang Penting Diketahui

5 Beda LPR dan GERD yang Penting Diketahui

Health
Gairah Seks Menurun Setelah Menopause, Begini Cara Mengatasinya

Gairah Seks Menurun Setelah Menopause, Begini Cara Mengatasinya

Health
7 Penyebab Ambeien Berdarah yang Perlu Diwaspadai

7 Penyebab Ambeien Berdarah yang Perlu Diwaspadai

Health
Parafimosis

Parafimosis

Penyakit
11 Penyebab Tenggorokan Terasa Panas yang Bisa Terjadi

11 Penyebab Tenggorokan Terasa Panas yang Bisa Terjadi

Health
Asam Urat

Asam Urat

Penyakit
Mengenal Indeks Glikemik pada Makanan dan Efeknya Pada Tubuh

Mengenal Indeks Glikemik pada Makanan dan Efeknya Pada Tubuh

Health
Nyeri Mata

Nyeri Mata

Penyakit
Tanda-Tanda Si Kecil Siap Memulai MPASI

Tanda-Tanda Si Kecil Siap Memulai MPASI

Health
Kutil

Kutil

Penyakit
7 Penyebab Faringitis yang Perlu Diwaspadai

7 Penyebab Faringitis yang Perlu Diwaspadai

Health
Amnesia

Amnesia

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.