Kompas.com - 13/05/2013, 16:28 WIB
EditorAsep Candra

KOMPAS.com Risiko seorang wanita mengidap diabetes akan meningkat selama masa kehamilan. Diabetes semasa kehamilan ini dikenal dengan istilah diabetes mellitus gestasional (DMG). Hal ini pula yang mendasari para dokter menyarankan kepada setiap wanita untuk  memeriksakan darahnya di awal masa kehamilan.

Spesialis penyakit dalam dari Divisi Metabolik Endokrin Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM, dr Dyah Purnamasari, Sp PD, mengatakan, pemeriksaan darah sebaiknya dilakukan oleh semua wanita, terlepas dari risiko tinggi maupun rendah yang mereka miliki.

"DMG bisa dialami oleh setiap wanita, sekalipun tidak memiliki risiko sebelum hamil," ujarnya dalam seminar media bertajuk "Diabetes pada Wanita" di Jakarta, Senin (13/5/2013).

Peningkatan risiko DMG, papar Dyah, dikarenakan perubahan hormonal yang terjadi dalam tubuh wanita hamil. Hormon-hormon seperti progesteron, human placenta lactogen, kortisol, dan prolaktin meningkat saat kehamilan. Padahal hormon-hormon tersebut memiliki efek melawan kerja insulin untuk mengubah gula darah menjadi gula otot. Maka, saat hamil, gula darah ibu cenderung lebih tinggi.

Dyah menuturkan, saat tidak hamil, wanita makan hanya untuk diri mereka. Jika kebutuhan energi sudah tercukupi, maka gula darah akan diubah menjadi gula otot. Berbeda dengan saat hamil, janin juga membutuhkan nutrisi, maka gula darah tidak langsung diubah menjadi gula otot, tetapi tetap menjadi gula darah sehingga mudah disalurkan ke janin.

Pemeriksaan darah di awal kehamilan bertujuan untuk mengetahui seberapa besar risiko wanita mengalami DMG. Jika hasilnya positif, maka diperlukan upaya-upaya tertentu untuk mengontrol kadar gula darah mereka.

"Upaya penanganan diabetes pada ibu hamil berbeda dari penanganan pada umumnya yang menggunakan obat. Obat antidiabetes dapat mempengaruhi kesehatan janin," kata Dyah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Langkah awal untuk menangani DMG, lanjutnya, yaitu dengan mengubah pola makan dan memperbanyak olahraga. Namun jika perbaikan belum terlihat, maka sebaiknya menjalani terapi insulin.

Terapi insulin tidak akan memberikan efek negatif bagi janin selama insulin yang digunakan adalah insulin manusia. Insulin manusia memiliki struktur asam amino yang sama dengan yang diproduksi tubuh meskipun dibuat dengan teknik rekayasa genetika.

Sementara itu, jika hasil pemeriksaan negatif, maka bukan berarti ibu terbebas dari risiko DMG. Dyah mengatakan, pemeriksaan darah sebaiknya diulangi menjelang trimester ketiga kehamilan, kira-kira saat usia kehamilan 22 hingga 25 minggu.

"Saat itu hormon-hormon kehamilan paling meningkat sehingga risiko DMG semakin meningkat pula," ungkap Dyah.


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Penyebab Infeksi Menular Seksual

5 Penyebab Infeksi Menular Seksual

Health
6 Risiko Kesehatan Hamil di Usia Remaja

6 Risiko Kesehatan Hamil di Usia Remaja

Health
Penyakit Autoimun

Penyakit Autoimun

Penyakit
Jarang Diketahui, Kenali 5 Manfaat Minum Lemon dan Jahe sebelum Tidur

Jarang Diketahui, Kenali 5 Manfaat Minum Lemon dan Jahe sebelum Tidur

Health
Infeksi Aliran Darah

Infeksi Aliran Darah

Penyakit
Mengenal Gejala Awal Tumor Otak Berdasarkan Jenisnya

Mengenal Gejala Awal Tumor Otak Berdasarkan Jenisnya

Health
Kulit Melepuh

Kulit Melepuh

Penyakit
6 Makanan yang Baik untuk Kesehatan Ginjal

6 Makanan yang Baik untuk Kesehatan Ginjal

Health
Lidah Pecah

Lidah Pecah

Penyakit
Cedera Olahraga, Begini Penanganan yang Tepat Menurut Dokter

Cedera Olahraga, Begini Penanganan yang Tepat Menurut Dokter

Health
Malabsorbsi Makanan

Malabsorbsi Makanan

Penyakit
Mengapa Penderita Asma Sering Mengalami Kelelahan?

Mengapa Penderita Asma Sering Mengalami Kelelahan?

Health
Hidung Tersumbat

Hidung Tersumbat

Penyakit
13 Ciri-ciri Tumor Otak yang Pantang Disepelekan

13 Ciri-ciri Tumor Otak yang Pantang Disepelekan

Health
Jari Kaki Kesemutan

Jari Kaki Kesemutan

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.