Menyimpan Darah Tali Pusat, Alternatif Asuransi Kesehatan?

Kompas.com - 14/05/2013, 15:04 WIB
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com — Meski selama di kandungan menyediakan nutrisi yang diperlukan janin, tali pusat dan plasenta jarang diperhatikan setelah bayi lahir ke dunia.

Kini, alih-alih dibuang atau dikubur, darah yang berasal dari tali pusat bisa disimpan dan kelak dipakai jika bayi menderita penyakit.

Dalam darah tali pusat terkandung sel punca hematopoetic (HSCs) atau sel punca pembentuk darah. Selain di tali pusat, HSCs sebenarnya juga ditemukan pada sumsum tulang belakang dan darah tepi.

Sel punca dari darah tali pusat, menurut Andrew Krishna Ekaputra, PhD, direktur laboratorium Cordlife, memiliki beberapa keunggulan dibanding dari sumsum tulang atau darah tepi.

"Sel punca dari tali pusat lebih muda dan murni. Selain itu, karena sudah disimpan sejak awal, lebih mudah didapatkan jika diperlukan karena tak perlu donor," kata Andrew dalam acara media edukasi mengenai teknologi penyimpanan sel punca di Jakarta, Selasa (14/5/2013).

Ia menjelaskan, karena memiliki kemampuan dalam mengganti dan meregenerasi kerusakan genetika, sel punca bisa mengobati beberapa penyakit yang berkaitan dengan kelainan darah.

"Saat ini sel punca sudah banyak dipakai dalam mengobati penyakit kanker darah, seperti leukemia, neuroblastoma, atau limfoma," katanya.

Penelitian yang sudah masuk dalam tahap uji klinis juga mengarah pada pemanfaatan sel punca dalam penyakit cerebral palsy, cedera tulang belakang, sampai diabetes tipe satu.

Menurut dr Rama Tjandara, Sp OG, dari RS Pantai Indah Kapuk Jakarta, dalam pengobatan leukemia pada anak-anak, sel punca yang berasal dari darah tali pusat sudah dilakukan dalam 30 tahun terakhir.

"Di masa depan, sel punca untuk mengobati penyakit degeneratif seperti penyakit jantung dan stroke mungkin bisa dilakukan. Saat ini masih tahap uji klinik," katanya dalam kesempatan yang sama.

Halaman:

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X