Kompas.com - 16/05/2013, 08:37 WIB
EditorAsep Candra

KOMPAS.com - Pemeriksaan colok dubur atau Digital Rectal Examination (DRE) menjadi langkah pencegahan terhadap penyakit kanker prostat. Langkah pencegahan ini sekaligus sebagai bentuk deteksi dini kemungkinan kanker prostat. Pada pemeriksaan ini, dokter akan meraba prostat anda melalui anus dengan sarung tangan.

"Memang hasilnya bersifat relatif, bergantung pada jari dokter dan seringnya dokter melakukan pemeriksaan. Tapi langkah ini paling mudah, murah, dan aplikatif," kata internist Dr.Aru Wisaksono Sudoyo, SpPD,KHOM,FACP pada seminar Kanker Prostat:Pembunuh Lelaki yang Datang Diam-Diam di Jakarta, Rabu (15/5).

Pemeriksaan ini, menurut Aru, tidak harus dilakukan spesialis. Dokter umum yang ada di seluruh wilayah Indonesia bisa melakukannya. Pemeriksaan DRE diharapkan bisa menjangkau dan mendeteksi lebih banyak masyarakat di pelosok Indonesia. Pada pemeriksaan DRE dokter akan memeriksa permukaan prostat.

"Apakah masih halus atau sudah ada benjolan. Dokter juga akan memeriksa apakah prostatnya sudah mengeras atau belum, sekaligus membedakannya dengan pembesaran prostat biasa," ujar Aru.

Menurut urolog Prof.dr.Rainy Umbas, PhD, SpU, pemeriksaan DRE bisa meningkatkan angka harapan hidup penderita kanker prostat hingga 60 persen. Hal ini dikarenakan penyakit bisa diketahui lebih awal, sehingga mempermudah proses penyembuhan.

"Pemeriksaan DRE ini penting karena kanker prostat tidak memiliki gejala yang khas. Deteksi dini tentu sangat bermanfaat bagi kelangsungan hidup pasien," kata Umbas.

Pemeriksaan DRE semakin penting bila melihat hasil studi National Comprehensive Cancer Network Guideline pada 2012. Pada studi ini 58,8 persen penderita kanker memeriksakan diri pada stadium lanjut. Sementara, angka penyebaran penyakit ini di Indonesia adalah 11 per 100 ribu penduduk.

Pemeriksaan DRE sebaiknya dilakukan sedini mungkin, terutama pada pria berusia di atas 50 tahun. Bila dalam keluarga ada riwayat kanker prostat, maka pemeriksaan DRE dilakukan pada pria ketika berusia 40 tahun. "Pengaruh gen sebetulnya kecil, hanya 6 persen. Namun orang dalam keluarga biasanya memiliki kebiasaan yang tidak jauh berbeda, sehingga faktor risikonya lebih besar," kata Umbas.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengapa Stres Bisa Menganggu Siklus Menstruasi?

Mengapa Stres Bisa Menganggu Siklus Menstruasi?

Health
Pentingnya Vaksin Kanker Serviks

Pentingnya Vaksin Kanker Serviks

Health
Gejala Klamidia, Infeksi Menular Seksual yang Suka Muncul Diam-diam

Gejala Klamidia, Infeksi Menular Seksual yang Suka Muncul Diam-diam

Health
7 Penyebab Hipertensi pada Anak

7 Penyebab Hipertensi pada Anak

Health
Flu Tulang

Flu Tulang

Penyakit
12 Penyebab Hipertensi yang Perlu Diwaspadai

12 Penyebab Hipertensi yang Perlu Diwaspadai

Health
Peripheral Artery Disease (PAD)

Peripheral Artery Disease (PAD)

Penyakit
Kenali Apa itu Flu Singapura, Ciri-ciri, dan Penyebabnya

Kenali Apa itu Flu Singapura, Ciri-ciri, dan Penyebabnya

Health
Sindrom Antley-Bixler

Sindrom Antley-Bixler

Penyakit
8 Cara Mencegah Penyakit Ginjal

8 Cara Mencegah Penyakit Ginjal

Health
Kenali Apa yang Anda Rasakan, Ini Beda Sedih dan Depresi

Kenali Apa yang Anda Rasakan, Ini Beda Sedih dan Depresi

Health
Ciri-ciri Kanker Mulut Harus Diwaspadai Sejak Dini

Ciri-ciri Kanker Mulut Harus Diwaspadai Sejak Dini

Health
10 Kebiasaan yang Memicu Penyakit Ginjal

10 Kebiasaan yang Memicu Penyakit Ginjal

Health
Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.