Saat Sedih Mengapa Orang Nonton Film Sedih?

Kompas.com - 16/05/2013, 12:02 WIB
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Saat sedih umumnya orang melakukan kegiatan yang dapat menghilangkan kesedihannya. Sebagian orang melakukan kegiatan yang menyenangkan yang membuat mereka "lupa" akan kesedihannya. Namun tak jarang orang yang justru melakukan kegiatan yang terkesan menambah kesedihannya.

Menurut sebuah studi baru, kegiatan seperti mendengarkan musik sedih hingga menonton film yang menguras air mata menjadi kegiatan favorit dari mereka yang bermasalah dengan hubungan asmara. Kegiatan tersebut ternyata justru bisa membuat mereka lebih bahagia karena dapat merefleksikan perasaan mereka.

Para peneliti berhipotesa, musik, film, dan lukisan sedih menghadirkan sensasi emosional yang sama dengan teman yang berempati bagi mereka yang sedang sedih.

"Emosi yang didapat dari produk seni sangat penting bagi kebahagiaan diri," ujar para peneliti. Musik, film, lukisan, atau novel yang sesuai dengan perasaan dan mood yang sedang dirasakan lebih diapresiasi ketika seseorang sedang merasa sedih akibat hubungan asmara yang gagal.

Studi yang dipublikasi dalam Journal of Consumer Research ini melakukan survei dengan menanyakan peserta tentang musik apa yang mereka pilih pada situasi apapun.

Para peneliti menemukan bahwa para peserta lebih cenderung memilih musik "amarah" ketika dihadapkan pada situasi frustrasi. Para peneliti juga menemukan peserta lebih memilih musik sedih ketika sedang mengalami problem pada hubungan asmara mereka.

Setelah menganalisa hasilnya, para peneliti studi menyimpulkan bahwa orang cenderung memilih seni yang merefleksikan perasaan mereka saat mereka sedang bermasalah dengan suatu hubungan asmara.

"Orang mencari seni seperti musik, film, novel, dan lukisan untuk menggantikan perasaan kehilangan dan hubungan asmara yang bermasalah," pungkas para peneliti.

 


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X