Kompas.com - 16/05/2013, 12:21 WIB
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com — Lampu LED yang dianggap lebih ramah lingkungan ternyata bisa menyebabkan kerusakan sel-sel pada retina mata.

Lampu LED merupakan salah satu inovasi dalam dunia penerangan karena sangat hemat listrik dan menggunakan energi 85 persen lebih rendah dibanding lampu-lampu di era 10 tahun silam.

Penggunaan lampu tersebut juga tak terbatas untuk penerangan, tetapi juga dipakai di ponsel, televisi, dan layar komputer.

Namun ternyata, penggunaan lampu hemat energi tersebut menimbulkan efek samping negatif pada kesehatan. Dalam studi yang dilakukan Dr Celia Sanchez-Ramos dari Universitas Madrid, diketahui bahwa konsumen mengalami gejala sakit kepala dan gatal-gatal di kulit setelah terpapar sinar lampu LED.

Sanchez-Ramos mengatakan, paparan sinar lampu dalam waktu yang lama bahkan bisa menyebabkan kerusakan pada retina. Padahal retina disusun oleh jutaan sel peka cahaya dan banyak rangkaian saraf, yang menangkap semua gambaran yang difokuskan kornea dan lensa mata.

"Masalah ini menjadi lebih besar karena usia harapan hidup manusia semakin panjang dan anak-anak sudah terpapar peralatan elektronik sejak usia sangat muda," katanya.

Dia menjelaskan, mata tidak didesain untuk menatap langsung ke cahaya. "Mata diciptakan untuk melihat dengan cahaya," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Penelitian mengenai dampak lampu LED tersebut ia publikasikan dalam jurnal Photochemistry and Photobiology. Ia menyimpulkan bahwa radiasi LED menyebabkan kerusakan pada pigmen sel-sel epitel retina mata.

Mata manusia rata-rata terbuka selama 6.000 jam dalam setahun, dan kebanyakan dari waktu tersebut terpapar oleh sinar dari lampu.

Para ahli juga merekomendasikan agar sinar LED diberikan filter tambahan untuk mengurangi cahaya yang menyilaukan.

Riset yang dilakukan Sanchez-Ramos ini bukanlah yang pertama mengenai keamanan lampu LED. Lampu CFLs (compact fluorescent light bulbs) juga dikritik karena tingginya kadar merkuri dan sinar radiasi ultraviolet yang dipancarkannya.

Lampu LED juga dianggap bertanggung jawab pada perubahan yang terjadi pada benda-benda antik di galeri seni.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fibroid Rahim

Fibroid Rahim

Penyakit
4 Cara Meningkatkan Hemoglobin dalam Darah

4 Cara Meningkatkan Hemoglobin dalam Darah

Health
Nyeri Panggul

Nyeri Panggul

Penyakit
7 Cara Mengobati Prostatitis dengan Obat, Perawatan Medis, dan Alami

7 Cara Mengobati Prostatitis dengan Obat, Perawatan Medis, dan Alami

Health
Nyeri Dada

Nyeri Dada

Penyakit
17 Penyebab Sel Darah Putih Tinggi, Bisa Tanda Infeksi sampai Kanker

17 Penyebab Sel Darah Putih Tinggi, Bisa Tanda Infeksi sampai Kanker

Health
Hernia Hiatus

Hernia Hiatus

Penyakit
Mual Muntah Tanda Kehamilan, Apakah Bisa Jadi Berbahaya?

Mual Muntah Tanda Kehamilan, Apakah Bisa Jadi Berbahaya?

Health
Batuk Kering

Batuk Kering

Penyakit
Minum Air Dingin Setiap Hari, Apakah Buruk bagi Kesehatan?

Minum Air Dingin Setiap Hari, Apakah Buruk bagi Kesehatan?

Health
Katatonia

Katatonia

Penyakit
Tak Hanya Kanker, Ini 3 Penyebab Munculnya Benjolan di Tubuh

Tak Hanya Kanker, Ini 3 Penyebab Munculnya Benjolan di Tubuh

Health
Aneurisma Aorta Abdominalis

Aneurisma Aorta Abdominalis

Penyakit
Penyebab Bisul dan Faktor Risikonya

Penyebab Bisul dan Faktor Risikonya

Health
Pleuritis

Pleuritis

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.