Kompas.com - 16/05/2013, 13:54 WIB
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com — Mungkin kerap kali kita mendengar mitos larangan berenang saat haid. Namun, jika kita mau lebih jeli, banyak wanita yang berprofesi sebagai penjaga pantai, perenang, penyelam, dan ahli tanaman air yang berenang saat haid. Lalu, bagaimana dengan larangan berenang tersebut?

Perubahan hormon yang terjadi saat haid memberikan rasa nyeri dan tidak nyaman pada sebagian perempuan. Namun, faktanya, berenang dapat membantu meringankan keluhan-keluhan itu.

Berenang saat haid merupakan cara olahraga yang efektif. Menurut majalah Shape, berenang dapat mengurangi gejala tidak nyaman akibat haid, seperti stres, kelelahan, dan nyeri.

Berenang juga dapat membantu membuat kualitas tidur meningkat. Daya apung air juga dapat menopang tubuh serta mengurangi tekanan punggung sehingga memulihkan nyeri punggung yang kadang timbul saat haid.

Agar tidak "bocor"

Satu hal yang dikhawatirkan untuk berenang saat haid adalah bocornya darah haid ke air. Untuk mencegahnya, perempuan dapat menggunakan tampon selagi berenang. Sebagian tampon dirancang khusus untuk berolahraga. Namun, jika tidak terbiasa menggunakan tampon, pembalut dapat dijadikan pilihan. Hanya, persiapan pakaian dan pembalut ekstra perlu diperhatikan.

Saat akan berenang, sebelumnya gunakan tampon atau pembalut baru. Tampon dan pembalut yang sudah dipenuhi darah haid akan membuat kemungkinan bocor lebih tinggi. Selain itu, banyak bakteri yang tumbuh di tampon atau pembalut yang dapat berinvasi ke aliran darah sehingga menyebabkan keracunan. Langsung ganti tampon atau pembalut yang digunakan seusai berenang.

Jika masih cemas meski sudah mengenakan tampon, cobalah untuk berenang di tempat yang luas, seperti laut atau danau, bukannya di kolam. Dengan berenang di tempat-tempat tersebut, kemungkinan kebocoran disadari lebih kecil.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Cara Untuk Menstimulasi dan Mempercepat Proses Persalinan

4 Cara Untuk Menstimulasi dan Mempercepat Proses Persalinan

Health
Splenomegali

Splenomegali

Penyakit
4 Faktor Risiko Penyakit Jantung

4 Faktor Risiko Penyakit Jantung

Health
Orkitis

Orkitis

Penyakit
14 Tips Merawat Kaki Penderita Diabetes

14 Tips Merawat Kaki Penderita Diabetes

Health
Venustraphobia

Venustraphobia

Penyakit
10 Makanan dan Minuman untuk Redakan Sakit Perut

10 Makanan dan Minuman untuk Redakan Sakit Perut

Health
Hernia Epigastrium

Hernia Epigastrium

Penyakit
Kenali 11 Ciri-ciri Asam Lambung Naik

Kenali 11 Ciri-ciri Asam Lambung Naik

Health
Insufisiensi Trikuspid

Insufisiensi Trikuspid

Penyakit
Apakah Kerusakan Saraf Akibat Diabetes Bisa Disembuhkan?

Apakah Kerusakan Saraf Akibat Diabetes Bisa Disembuhkan?

Health
Eritema Multiforme

Eritema Multiforme

Penyakit
7 Obat Batuk Alami ala Rumahan yang Patut Dicoba

7 Obat Batuk Alami ala Rumahan yang Patut Dicoba

Health
Pahami, Cara Meningkatkan Kekuatan Jantung

Pahami, Cara Meningkatkan Kekuatan Jantung

Health
13 Cara Alami Obati Penyakit Asam Urat

13 Cara Alami Obati Penyakit Asam Urat

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.