Kompas.com - 17/05/2013, 06:58 WIB
EditorAsep Candra

KOMPAS.com - Penelitian membuktikan, kaum pria ternyata lebih cepat mengalami penuaan daripada wanita. Hal ini dikarenakan sistem kekebalan pada tubuh pria menua lebih cepat. Akibatnya, tubuh pria lebih mudah terpapar penyakit dibanding wanita. Hal ini mengakibatkan wanita berkesempatan hidup lebih lama daripada pria.

“Umur berhubungan dengan variasi perubahan sistem imun dalam wanita dan pria. Penemuan ini mengindikasikan, parameter pertahanan tubuh yang menurun lebih lambat pada wanita menyebabkannya hidup lebih lama,” kata pemimpin riset Professor Katsuiku Hirokawa dari Tokyo Medical and Dental University yang mempublikasikan penelitiannya dalam jurnal Immunity and Ageing.

Hirokawa melakukan kajian dengan menganalisa 356 tes darah dari partisipan yang sehat dalam kisaran umur 20 sampai 90 tahun. Peneliti menghitung jumlah sel darah putih dan molekul sitokinin, yang menandakan sistem imun dalam tubuh.

Dalam dua jenis kelamin tersebut jumlah sel darah putih menurun seiring waktu. Rerata penurunan sangat terlihat pada limfosit yg disebut T-sel dan B-sel. Penurunan jumlah keduanya lebih cepat pada peserta pria dibandingkan wanita. Hal sama terjadi pada sitokinin IL-6 dan IL-10 , yang mengakibatkan sistem imun pria lebih lemah.

Sitokinin IL-10 tidak hanya berfungsi sebagai pertahanan saat luka, tapi juga mengatur sistem imun supaya bisa terus dikendalikan. Sistem imun yang tidak terkontrol bisa menimbulkan penyakit pada jantung, saluran darah arteri, dan menyebabkan pikun (demensia).

Dua sistem imun yang aktif melawan kehadiran benda asing CD4 T-Sel dan natural killer (NK) sel bertambah seiring waktu. Pada pria, pertambahannya lebih tinggi. NK sel adalah lini pertama pertahanan tubuh melawan kanker.

“Proses penuaan berbeda pada pria dan wanita. Wanita punya esterogen lebih banyak yang melindungi mereka dari kardiovaskuler sampai menopause. Hormon seks juga berefek pada pertahanan tubuh, terutama beberapa tipe limfosit,” kata Hirokawa.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pelonggaran Aturan Pakai Masker Bikin Cemas, Begini Cara Mengatasinya…

Pelonggaran Aturan Pakai Masker Bikin Cemas, Begini Cara Mengatasinya…

Health
6 Cara Mencegah Kanker Usus Besar

6 Cara Mencegah Kanker Usus Besar

Health
Update Hepatitis Akut: 4 Orang Bisa Sembuh

Update Hepatitis Akut: 4 Orang Bisa Sembuh

Health
4 Gejala Flu Singapura yang Perlu Diwaspadai

4 Gejala Flu Singapura yang Perlu Diwaspadai

Health
Mengapa Sarapan Penting untuk Kesehatan?

Mengapa Sarapan Penting untuk Kesehatan?

Health
Mengapa Manusia Butuh Protein?

Mengapa Manusia Butuh Protein?

Health
Mengapa Stres Bisa Membuat Kita Jatuh Sakit?

Mengapa Stres Bisa Membuat Kita Jatuh Sakit?

Health
Mengapa Stres Bisa Menganggu Siklus Menstruasi?

Mengapa Stres Bisa Menganggu Siklus Menstruasi?

Health
Pentingnya Vaksin Kanker Serviks

Pentingnya Vaksin Kanker Serviks

Health
Gejala Klamidia, Infeksi Menular Seksual yang Suka Muncul Diam-diam

Gejala Klamidia, Infeksi Menular Seksual yang Suka Muncul Diam-diam

Health
7 Penyebab Hipertensi pada Anak

7 Penyebab Hipertensi pada Anak

Health
Flu Tulang

Flu Tulang

Penyakit
12 Penyebab Hipertensi yang Perlu Diwaspadai

12 Penyebab Hipertensi yang Perlu Diwaspadai

Health
Peripheral Artery Disease (PAD)

Peripheral Artery Disease (PAD)

Penyakit
Kenali Apa itu Flu Singapura, Ciri-ciri, dan Penyebabnya

Kenali Apa itu Flu Singapura, Ciri-ciri, dan Penyebabnya

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.