ASI Cegah Anak Terkena ADHD

Kompas.com - 17/05/2013, 13:50 WIB
EditorAsep Candra

KOMPAS.com - Riset kembali membuktikan betapa air susu ibu (ASI) memberi manfaat yang sangat besar bagi masa depan dan pertumbuhan anak. Menurut kajian terbaru, pemberian ASI dapat mencegah terjadinya gangguan ADHD (attention-deficit/hyperactivity disorder). Anak-anak yang mendapat asupan ASI sampai usia 6 bulan memiliki risiko paling kecil menderita ADHD.

“Memberi ASI memang berdampak positif pada pertumbuhan, kesehatan, dan perlindungan bayi. Saat ini daftar tersebut bertambah panjang, karena ASI mencegah anak mencerita ADHD,” kata Ruth Lawrence, profesor ilmu kesehatan anak dari University of Rochester School of Medicine.

Penelitian yang dipimpin Aviva Mimouni-Bloch dari Tel-Aviv University (TAU) Sackler Faculty of Medicine ini ingin mengetahui apakah durasi menyusui yang pendek berhubungan dengan angka kejadian ADHD pada anak. Penelitian dipublikasikan dalam Breastfeeding Medicine jurnal dari Academy of Breastfeeding Medicine.

Peneliti membandingkan sejarah pemberian ASI pada anak berusia 6 dan 12 bulan dengan ADHD dari pusat perawatan Schneider's Children Medical Center, Israel. Data yang diperoleh dibandingkan dengan 2 kelompok lainnya yang tidak menderita ADHD. .

Sebelum penelitian, para ibu ditugaskan mengisi kuisioner yang berisi latar belakang pendidikan, psikososial, status kesehatan, kehamilan, dan kelahiran. Melalui kuesioner ini, peneliti ingin mengetahui apakah para ibu memberi ASI eksklusif, memberi ASI ditambah susu formula, atau hanya memberi susu formula pada usia 1 bulan, 2 bulan, 3 bulan, 6 bulan, dan 12 bulan.

Berdasarkan hasil kajian, anak yang mengalami gangguan ADHD hanya diberi ASI sampai di bawah usia 3 dan 6 bulan. Sementara anak yang disusui sampai 6 bulan tidak menderita ADHD. Lebih detailnya, anak yangmenderita ADHD pada usia pemberian ASI sampai usia 3 bulan mencapai 43 persen. Sementara anak yang diberi ASI full sampai 6 bulan, hanya 29 persen yang menderita ADHD.

Meski begitu, penelitian ini masih perlu dikembangkan dan dilanjutkan. “Kita belum mengetahui kenapa bayi tidak diberi ASI. Apakah murni karena durasi atau kebiasaan makan yang tidak normal. Namun hal ini bisa menambah bukti kenapa ASI penting,” kata Bloch.

Pencegahan ADHD sejak dini sangat penting pada anak. Studi sebelumnya mengatakan, anak dengan  ADHD bisa berlanjut sampai dewasa. Anak dengan ADHD juga berpotensi menderita gangguan kejiwaan lain di masa mendatang.


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X