Kompas.com - 20/05/2013, 00:32 WIB
|
EditorBenny N Joewono

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama membantah kalau Pemprov DKI tidak siap menjalankan Kartu Jakarta Sehat (KJS). Hal ini untuk menjawab 16 rumah sakit yang mengundurkan diri dari pelaksanaan program KJS.

"Bukan belum siap. DKI sudah siap kok kalau premi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) nya Rp 50 ribu," kata Basuki, di Balaikota Jakarta, Minggu (19/5/2013).

Namun, angka tersebut tak bisa dijalankan, karena Menteri Kesehatan mengajukan angka Rp 23 ribu. Bahkan Menteri Keuangan mengajukan angka yang lebih kecil, yaitu Rp 15.700. Oleh karena itu, Pemprov DKI akan melakukan uji coba selama dua bulan untuk menggunakan premi sebesar Rp 23 ribu tersebut.

"Setelah Juni, secara teknis, kami lihat semua. Kita bisa kasih tahu pada menteri, bahwa BPJS Indonesia itu tidak mungkin jalan dengan Rp 23 ribu," kata Basuki.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Dien Emmawati mengatakan pada Kamis (16/5/2013) lalu, pihaknya telah melakukan evaluasi bersama Komisi E DPRD DKI. Dalam pertemuan itu dibahas ada beberapa komplain dari pihak rumah sakit (RS) swasta, daerah, maupun pemerintah.

Intinya, mereka mengeluhkan angka premi yang terlalu kecil. "Untuk Indonesia Case Base Group (INA-CBG's) yang dikeluarkan PT Askes (Persero), kita akan evaluasi bersama-sama. Tapi, kita sudah lapor kepada Kementerian Kesehatan dan hari Selasa nanti kita akan rapatkan bersama," kata Dien.

Dari ke-16 RS yang mundur itu, kata dia, ada dua RS yang sudah resmi mengundurkan diri (satu di Jakarta Timur dan satu di Jakarta Pusat). Sisanya hanya menyampaikan secara lisan. Semua RS yang menolak merupakan RS swasta kecil-kecil.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebanyak delapan RS di Jakarta Utara, tiga RS di Jakarta Barat, sebuah RS di Jakarta Timur, tiga RS di Jakarta Selatan, dan sebuah RS di Jakarta Pusat. Intinya, kata dia, ada beberapa keluhan kecil, ditambah sistem rujukan yang perlu dibenahi.

Dien kemudian memberikan contoh pasien yang sudah masuk ke RS Tarakan, membutuhkan alat penunjang Magnetic Resonance Imaging (MRI), sedangkan di RS Tarakan tidak memiliki alat tersebut. Kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), hal itu tidak bisa diklaim. MRI nya harus dibayar sendiri.

Contoh kasus seperti ini yang harus dirubah, termasuk dengan tindakan, misalnya dengan melaksanakan operasi. Lebih lanjut, ia menjelaskan sudah ada beberapa RS yang sudah mencapai 74 persen angka klaim-nya.

"Menurut saya, itu sudah balance banget. Kalau saya lihat, INA-CBG's ada kekurangannya dan juga masih ada baiknya, ini yang harus dilihat," ujar Dien.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

8 Penyebab Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

8 Penyebab Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

Health
4 Cara Mengobati Penyakit Prostat, Tak Selalu Perlu Operasi

4 Cara Mengobati Penyakit Prostat, Tak Selalu Perlu Operasi

Health
Ejakulasi Tertunda

Ejakulasi Tertunda

Penyakit
4 Faktor yang Memengaruhi Tumbuh Kembang Anak

4 Faktor yang Memengaruhi Tumbuh Kembang Anak

Health
Liposarkoma

Liposarkoma

Penyakit
7 Hal yang Membut Anda Mudah Merasa Lelah

7 Hal yang Membut Anda Mudah Merasa Lelah

Health
Batu Empedu

Batu Empedu

Penyakit
12 Makanan yang Mengandung Seng Tinggi

12 Makanan yang Mengandung Seng Tinggi

Health
Kelumpuhan Tidur (Sleep Paralysis)

Kelumpuhan Tidur (Sleep Paralysis)

Penyakit
4 Jenis Orang yang Rentan Mengalami Kekurangan Zat Besi

4 Jenis Orang yang Rentan Mengalami Kekurangan Zat Besi

Health
Gastroparesis

Gastroparesis

Penyakit
Apa itu Demensia? Kenali Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Apa itu Demensia? Kenali Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Health
Trikotilomania

Trikotilomania

Penyakit
Kenali Apa itu Infeksi Liver, Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Kenali Apa itu Infeksi Liver, Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Health
Coccidioidomycosis

Coccidioidomycosis

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.